Faculty of Public Health

Faculty of Public Health - Malahayati University
Your Public Health Change Agent
Akreditasi "B"

Selasa, 07 Mei 2013

MEDIA MASSA DALAM PROSES KOMUNIKASI KESEHATAN


Media Massa dalam Proses Komunikasi Massa

     1.       Arti Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah proses untuk memproduksi dan mensosialisasi/institusionalisasi pesan/informasi dari sumber kepada penerima pesan.

     2.       Karakteristik
a.      Tersusun dalam organisasi formal dan kompleks
b.      Audiens luas/majemuk
c.       Mengarah kepada kepentingan publik
d.      Hubungan dengan komunikator bersifat unik

     3.       Tujuan Media dalam Komunikasi (Massa) Kesehatan
Tujuan media massa dalam komunikasi kesehatan adalah:
a.      Menciptakan iklim bagi penerima dan perubahan nilai, sikap dan perilaku kesehatan
b.      Mengajarkan keterampilan mendengarkan, membaca, menulis hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan
c.       Penggandaan sumber daya pengetahuan dan anjuran tindakan kesehatan
d.      Membentuk pengalaman baru terhadap PHBS dari statis ke dinamis
e.      Meningkatkan aspirasi dibidang kesehatan
f.        Mengajarkan masyarakat menemukan norma dan etika penyebarluasan informasi dibidang kesehatan
g.      Berpartisipasi dalam keputusan yang berkaitan dengan kesehatan
h.     Mengubah struktur kekuasaan antara produsen dan konsumen dibidang kesehatan
i.        Menciptakan rasa kebanggana/kesetiaan terhadap produk kesehatan

     4.      Karakter Spesifik dari Masing-masing Media
Di bawah ini saya akan mencontohkan karakter dari SURAT KABAR:
a.      Terbit secara teratur
b.      Isi pesan bisa formal dan informal
c.       Berfungsi sesuai dengan iklim publik
d.      Audiens adalah masyarakat rural, urban dan kosmopolitan
e.      Relatif lebih bebas
f.        Dll

Coba Saudara jelaskan karakteristik dari FILM dan TELEVISI.
Tulis jawaban Saudara di dalam KOLOM KOMENTAR


Untuk melihat materi selanjutnya KLIK DI SINI

19 komentar:

  1. karakteristik televisi :
    1. audio visual : dapat memberikan gambaran lengkap tentang pesan
    2.think in picture : merumuskan pesan dalam gambar
    3. pemirsa heterogen : adanya waktu tanyang dan faktor durasi

    BalasHapus
  2. film dapat dikatan sbg cerita yang dituturkan kepada penonton atau gambar bergerak.elemen film:
    -CERITA
    -DITUTURKAN
    -PENONTON, dan
    -RANGKAIAN GAMBAR BERGERAK

    karakteristik film :
    1.Film menggunakan UNSUR GAMBAR sebagai SARANA UTAMA untuk menyampaikan informasi.
    2.Film memiliki KETERBATASAN WAKTU
    3.Film MENGALIR DALAM WAKTU

    BalasHapus
  3. karakteristik film yaitu layar yang luas seolah-olahnya nyata dan tidak bergerak
    konsentrasi penuh, ruang kedap suara, berdampak pada emosi
    identifikasi psikologis, seolah-olah ikut berperan dalam film tersebut

    BalasHapus
  4. KARAKTERISTIK TELEVISI:
    1.Bersifat Tidak Langsung
    2.Bersifat Satu Arah
    3.Bersifat Terbuka
    4.publik tersebar
    5.bersifat selintas

    BalasHapus
  5. karakteristik film :
    1. menggunakan unsur gambar untuk menyampaikan informasi dan suara sbg sarana penunjang.
    2. waktu untuk memilih materi cerita

    KARAKTERISTIK TELEVISI:
    1.Bersifat Tidak Langsung
    2.Bersifat Satu Arah
    3.Bersifat Terbuka
    4.publik tersebar
    5.bersifat selintas

    BalasHapus
  6. karakteristik film:
    A.Film menggunakan UNSUR GAMBAR sebagai SARANA UTAMA untuk menyampaikan informasi.
    1. Film menggunakan UNSUR GAMBAR sebagai SARANA UTAMA untuk menyampaikan informasi
    2. Film memiliki KETERBATASAN WAKTU
    3. Film MENGALIR DALAM WAKTU
    Karakteristik televisi:
    1. Bersifat Tidak Langsung
    2. Bersifat Satu Arah
    3. Bersifat Terbuka
    4. Publik Terseber
    5. Bersifat Selintas

    BalasHapus
  7. KARAKTERISTIK TELEVIS
    -audio visual:dapat memberi gambaran lengkap tentang pesan
    -think in picture: merumuskan pesan dalam gambar
    -pemerisa heterogen: adanya waktu tayang dari faktor durasi

    KARAKTERISTIK FILM
    -layarnya luas: seolah-olah tidak begerak
    -konsentrasi penuh:ruang kedap suara,gelap,berdampak pada emosi
    -indetifikasi pisiklogis:seolah-olah ikut dalam peran tersebut

    BalasHapus
  8. KARAKTERISTIK FILM

    FILM, secara sederhana dapat didefinisikan sebagai CERITA yang DITUTURKAN kepada PENONTON melalui RANGKAIAN GAMBAR BERGERAK.

    Dari definisi tersebut, kita mendapatkan empat elemen penting yang akan dibahas dalam diktat ini, yaitu :

    CERITA
    DITUTURKAN
    PENONTON, dan
    RANGKAIAN GAMBAR BERGERAK

    Cerita sebenarnya bisa dikisahkan melalui berbagai media, seperti novel, drama panggung dan sebagainya. Menuturkan cerita melalui film tentu saja berbeda dengan apabila kita menuturkan sebuah cerita melalui novel. Oleh karena itu pertama-tama kita harus memahami karakteristik sebuah film.

    BalasHapus
  9. KARAKTERISTIK TELEVISI

    1. Bersifat Tidak Langsung

    Televisi adalah satu jenis dan bentuk media massa yang paling danggih dilihat dari sisi teknologi yang digunakan, dan paling mahal dilihat dari segi investasi yang ditanamkan. Televisi sangat bergantung pada kekuatan peralatan elektronik yang sangat rumit. Inilah yang disebut media teknis. Sebagai contoh, tanpa listrik, siaran televisi tak mungkin bisa diudarakan dan diterima pemirsa di mana pun. Investasi yang harus ddikeluarkan untuk mendirikan erbuah stasiun televisi komersial, yang dikelola secara professional dengan lingkup nasional, mencapai ratusan miliar rupiah.

    Sifat padat teknologi dan padat modal inilah yang menyebabkan televisi sangat kompromistik dengan kepentingan pemilik modal serta nilai-nilai komersial arus kapitalisme global. Salah satu eksesnya, bahasa televisi tidak jarang tampil vulgat. Sarat dengan dimrnsi kekerasan dan sadism, atau bahkan terjebak dalam eksploitasi seks secara vulgar. Kecaman demi kecaman pun terus mengalir dari public yang peduli masa depan bangsa.

    2. Bersifat Satu Arah

    Siaran televisi bersifat satu arah. Kita sebagai pemirsa hanya bisa menerima berbagai program acara yang sudah dipersiapkan oleh pihgak pengelola televisi. Kita tidak bisa menyela, melakukan interupsi saat itu agar suatu acara disiarkan atau tidak disiarkan.

    Menurut teori komunikasi massa, kita sebagai khalayak televisi bersifat aktif dan selektif. Jadi meskipun siaran televisi bersifat satu arah, tidak berarti kita pun menjadi pasif. Kita aktif mencari acara yang kiya inginkan. Kita selektif untuk tidak menonton semua acara yang ditayangkan. Tetapi kehadiran alat ini pun, tidak serta-merta mengurangi tingkat kecemasan masyarakat, terutama kalangan pendidik, budayawan, dan agamawan.

    3. Bersifat Terbuka

    Televisi ditujukan kepada masyarakat secara terbuka ke berbagai tempat yang dapat dijangkau oleh daya pancar siarannya. Artinya, ketika siaran televisi mengudara, tidak ada lagi apa yang disebut pembatasan letak geografis, usia biologis, dan bahkan tingkatan akademis khalayak. Siapa pun dapat mengakses siaran televisi. Di sini khalayak televisi bersifat anonym dan heterogen.
    Karena bersifat terbuka, upaya yang dapat dilakukan para pengelola televisi untuk mengurangi ekses yang timbul adalah mengatur jam tayang acara.

    4. Publik Terseber

    Khalayak televisi tidak berada di suatu wilayah, tetapi terserbar di berbagai wilayah dalam lingkup local, regional, nasional, dan bahkan internasional. Kini, di Indonesia tumbuh subur stasiun televisi local yang siarannya hanya menjangkau suatu kota, atau paling luas beberapa kota dalam radius puluhan km saja dari pusat kota yang menjadi fokus wilayah siarannya itu. Di Bandung saja, terdapat tiga stasiun televisi lokal. Dalam perspektif komersial, publik tersebar sangat menguntunkan bagi para pemasang iklan. Untuk televisi komersial, iklan adalah darah dan urat nadi hidupnya.

    5. Bersifat Selintas

    Pesan-pesan televisi hanya dapat dilihat dan didengar secara sepintas siarannya tidak dapat dilihat dan dedengar ulang oleh pemirsa kecuali dalam hal-hal khusus seperti pada adegan ulang sercara lambat, atau dengan alat khusus seperti perekam video cassette recorder (VCR). Sifatnya yang hanya dapat dilihat sepintas ini, sangat memengaruhi cara-cara penyampaian pesan. Selain harus menarik, bahasa pesan yang disampaikan televisi harus mudah dimengerti dan dicerna oleh khalayak pemirsa tanpa menimbulkan kebosanan

    BalasHapus
  10. KARAKTERISTIK TELEVIS
    -audio visual:dapat memberi gambaran lengkap tentang pesan
    -think in picture: merumuskan pesan dalam gambar
    -pemerisa heterogen: adanya waktu tayang dari faktor durasi

    film dapat dikatan sbg cerita yang dituturkan kepada penonton atau gambar bergerak.elemen film:
    -CERITA
    -DITUTURKAN
    -PENONTON, dan
    -RANGKAIAN GAMBAR BERGERAK

    karakteristik film :
    1.Film menggunakan UNSUR GAMBAR sebagai SARANA UTAMA untuk menyampaikan informasi.
    2.Film memiliki KETERBATASAN WAKTU
    3.Film MENGALIR DALAM WAKTU

    BalasHapus
  11. KARAKTERISTIK FILM

    FILM, secara sederhana dapat didefinisikan sebagai CERITA yang DITUTURKAN kepada PENONTON melalui RANGKAIAN GAMBAR BERGERAK.
    Dari definisi tersebut, kita mendapatkan empat elemen penting yang akan dibahas dalam diktat ini, yaitu :

    1 CERITA
    2 DITUTURKAN
    3 PENONTON, dan

    KARAKTERISTIK TELEVISI:
    1.Bersifat Tidak Langsung
    2.Bersifat Satu Arah
    3.Bersifat Terbuka
    4.publik tersebar
    5.bersifat selintas
    4 RANGKAIAN GAMBAR BERGERAK


    BalasHapus
  12. Karakteristik televisi:

    Pengaruh media televisi sangat dahsyat terhadap pembentukan mental masyarakat serta ikut mempengaruhi bahkan
    - menciptakan persepsi
    - agitasi
    - propaganda terhadap opini publik
    - mampu menyeret publik
    karakteristik film:

    Secara harfiah, film adalah:
    - cinema (gerak)
    - phytos (cahaya)
    - graphie atau grhap (tulisan, gambar, citra)
    Jadi pengertiannya adalah melukis gerak dengan cahaya untuk menyampaikan suatu pesan.


    BalasHapus
  13. KARAKTERISTIK FILM

    FILM, secara sederhana dapat didefinisikan sebagai CERITA yang DITUTURKAN kepada PENONTON melalui RANGKAIAN GAMBAR BERGERAK.

    Dari definisi tersebut, kita mendapatkan empat elemen penting yang akan dibahas dalam diktat ini, yaitu :

    CERITA
    DITUTURKAN
    PENONTON, dan
    RANGKAIAN GAMBAR BERGERAK

    KARAKTERISTIK TELEVISI:
    1.Bersifat Tidak Langsung
    2.Bersifat Satu Arah
    3.Bersifat Terbuka
    4.publik tersebar
    5.bersifat selintas

    BalasHapus
  14. KARAKTERISTIK FILM
    FILM, secara sederhana dapat didefinisikan sebagai CERITA yang DITUTURKAN kepada PENONTON melalui RANGKAIAN GAMBAR BERGERAK.
    Dari definisi tersebut, kita mendapatkan empat elemen penting yang akan dibahas dalam diktat ini, yaitu :
    1. Cerita
    2. Dituturkan
    3. Penonton, dan
    4. Rangkaian gambar bergerak


    KARAKTERISTIK TELEVISI

    1.Bersifat Tidak Langsung
    Televisi adalah satu jenis dan bentuk media massa yang paling danggih dilihat dari sisi teknologi yang digunakan, dan paling mahal dilihat dari segi investasi yang ditanamkan. Televisi sangat bergantung pada kekuatan peralatan elektronik yang sangat rumit. Inilah yang disebut media teknis. Sebagai contoh, tanpa listrik, siaran televisi tak mungkin bisa diudarakan dan diterima pemirsa di mana pun. Investasi yang harus ddikeluarkan untuk mendirikan erbuah stasiun televisi komersial, yang dikelola secara professional dengan lingkup nasional, mencapai ratusan miliar rupiah.
    Sifat padat teknologi dan padat modal inilah yang menyebabkan televisi sangat kompromistik dengan kepentingan pemilik modal serta nilai-nilai komersial arus kapitalisme global. Salah satu eksesnya, bahasa televisi tidak jarang tampil vulgat. Sarat dengan dimrnsi kekerasan dan sadism, atau bahkan terjebak dalam eksploitasi seks secara vulgar. Kecaman demi kecaman pun terus mengalir dari public yang peduli masa depan bangsa.

    2.Bersifat Satu Arah
    Siaran televisi bersifat satu arah. Kita sebagai pemirsa hanya bisa menerima berbagai program acara yang sudah dipersiapkan oleh pihgak pengelola televisi. Kita tidak bisa menyela, melakukan interupsi saat itu agar suatu acara disiarkan atau tidak disiarkan.

    Menurut teori komunikasi massa, kita sebagai khalayak televisi bersifat aktif dan selektif. Jadi meskipun siaran televisi bersifat satu arah, tidak berarti kita pun menjadi pasif. Kita aktif mencari acara yang kiya inginkan. Kita selektif untuk tidak menonton semua acara yang ditayangkan. Tetapi kehadiran alat ini pun, tidak serta-merta mengurangi tingkat kecemasan masyarakat, terutama kalangan pendidik, budayawan, dan agamawan.

    3.Bersifat Terbuka
    Televisi ditujukan kepada masyarakat secara terbuka ke berbagai tempat yang dapat dijangkau oleh daya pancar siarannya. Artinya, ketika siaran televisi mengudara, tidak ada lagi apa yang disebut pembatasan letak geografis, usia biologis, dan bahkan tingkatan akademis khalayak. Siapa pun dapat mengakses siaran televisi. Di sini khalayak televisi bersifat anonym dan heterogen.
    Karena bersifat terbuka, upaya yang dapat dilakukan para pengelola televisi untuk mengurangi ekses yang timbul adalah mengatur jam tayang acara.

    4.Bersifat menyebar (public tersebar)
    Khalayak televisi tidak berada di suatu wilayah, tetapi terserbar di berbagai wilayah dalam lingkup local, regional, nasional, dan bahkan internasional. Kini, di Indonesia tumbuh subur stasiun televisi local yang siarannya hanya menjangkau suatu kota, atau paling luas beberapa kota dalam radius puluhan km saja dari pusat kota yang menjadi fokus wilayah siarannya itu. Di Bandung saja, terdapat tiga stasiun televisi lokal. Dalam perspektif komersial, publik tersebar sangat menguntunkan bagi para pemasang iklan. Untuk televisi komersial, iklan adalah darah dan urat nadi hidupnya.

    5.Bersifat Selintas
    Pesan-pesan televisi hanya dapat dilihat dan didengar secara sepintas siarannya tidak dapat dilihat dan dedengar ulang oleh pemirsa kecuali dalam hal-hal khusus seperti pada adegan ulang sercara lambat, atau dengan alat khusus seperti perekam video cassette recorder (VCR). Sifatnya yang hanya dapat dilihat sepintas ini, sangat memengaruhi cara-cara penyampaian pesan. Selain harus menarik, bahasa pesan yang disampaikan televisi harus mudah dimengerti dan dicerna oleh khalayak pemirsa tanpa menimbulkan kebosanan

    BalasHapus
  15. KARAKTERISTIK FILM:
    1.CERITA
    2.DITUTURKAN
    3.PENONTON
    4.RANGKAIAN GAMBAR BERGERAK

    KARAKTERISTIK TELEVISI:
    1.Bersifat Tidak Langsung
    2.Bersifat Satu Arah
    3.Bersifat Terbuka
    4.Publik tersebar
    5.Bersifat selintas

    BalasHapus
  16. karakteristik film :
    1.memiliki alur cerita/plot
    2.adanya pertukaran makna
    3.adanya respon dari penonton
    4.gambar bergerak

    karakteristik televisi:
    1.Bersifat Tidak Langsung
    2.Bersifat Satu Arah
    3.Bersifat Terbuka
    4.Publik Terseber
    5Bersifat Selintas

    BalasHapus
  17. Karakteristik televisi:

    - menciptakan persepsi
    - agitasi
    - propaganda terhadap opini publik
    - mampu menyeret publik

    karakteristik film:

    Secara harfiah, film adalah:
    - cinema (gerak)
    - phytos (cahaya)
    - graphie atau grhap (tulisan, gambar, citra)
    Jadi pengertiannya adalah melukis gerak dengan cahaya untuk menyampaikan suatu pesan.

    BalasHapus
  18. KARAKTERISTIK FILM
    FILM, secara sederhana dapat didefinisikan sebagai CERITA yang DITUTURKAN kepada PENONTON melalui RANGKAIAN GAMBAR BERGERAK.
    Dari definisi tersebut, kita mendapatkan empat elemen penting yang akan dibahas dalam diktat ini, yaitu :
    1. Cerita
    2. Dituturkan
    3. Penonton, dan
    4. Rangkaian gambar bergerak


    KARAKTERISTIK TELEVISI

    1.Bersifat Tidak Langsung
    Televisi adalah satu jenis dan bentuk media massa yang paling danggih dilihat dari sisi teknologi yang digunakan, dan paling mahal dilihat dari segi investasi yang ditanamkan. Televisi sangat bergantung pada kekuatan peralatan elektronik yang sangat rumit. Inilah yang disebut media teknis. Sebagai contoh, tanpa listrik, siaran televisi tak mungkin bisa diudarakan dan diterima pemirsa di mana pun. Investasi yang harus ddikeluarkan untuk mendirikan erbuah stasiun televisi komersial, yang dikelola secara professional dengan lingkup nasional, mencapai ratusan miliar rupiah.
    Sifat padat teknologi dan padat modal inilah yang menyebabkan televisi sangat kompromistik dengan kepentingan pemilik modal serta nilai-nilai komersial arus kapitalisme global. Salah satu eksesnya, bahasa televisi tidak jarang tampil vulgat. Sarat dengan dimrnsi kekerasan dan sadism, atau bahkan terjebak dalam eksploitasi seks secara vulgar. Kecaman demi kecaman pun terus mengalir dari public yang peduli masa depan bangsa.

    2.Bersifat Satu Arah
    Siaran televisi bersifat satu arah. Kita sebagai pemirsa hanya bisa menerima berbagai program acara yang sudah dipersiapkan oleh pihgak pengelola televisi. Kita tidak bisa menyela, melakukan interupsi saat itu agar suatu acara disiarkan atau tidak disiarkan.

    Menurut teori komunikasi massa, kita sebagai khalayak televisi bersifat aktif dan selektif. Jadi meskipun siaran televisi bersifat satu arah, tidak berarti kita pun menjadi pasif. Kita aktif mencari acara yang kiya inginkan. Kita selektif untuk tidak menonton semua acara yang ditayangkan. Tetapi kehadiran alat ini pun, tidak serta-merta mengurangi tingkat kecemasan masyarakat, terutama kalangan pendidik, budayawan, dan agamawan.

    3.Bersifat Terbuka
    Televisi ditujukan kepada masyarakat secara terbuka ke berbagai tempat yang dapat dijangkau oleh daya pancar siarannya. Artinya, ketika siaran televisi mengudara, tidak ada lagi apa yang disebut pembatasan letak geografis, usia biologis, dan bahkan tingkatan akademis khalayak. Siapa pun dapat mengakses siaran televisi. Di sini khalayak televisi bersifat anonym dan heterogen.
    Karena bersifat terbuka, upaya yang dapat dilakukan para pengelola televisi untuk mengurangi ekses yang timbul adalah mengatur jam tayang acara.

    4.Bersifat menyebar (public tersebar)
    Khalayak televisi tidak berada di suatu wilayah, tetapi terserbar di berbagai wilayah dalam lingkup local, regional, nasional, dan bahkan internasional. Kini, di Indonesia tumbuh subur stasiun televisi local yang siarannya hanya menjangkau suatu kota, atau paling luas beberapa kota dalam radius puluhan km saja dari pusat kota yang menjadi fokus wilayah siarannya itu. Di Bandung saja, terdapat tiga stasiun televisi lokal. Dalam perspektif komersial, publik tersebar sangat menguntunkan bagi para pemasang iklan. Untuk televisi komersial, iklan adalah darah dan urat nadi hidupnya.

    5.Bersifat Selintas
    Pesan-pesan televisi hanya dapat dilihat dan didengar secara sepintas siarannya tidak dapat dilihat dan dedengar ulang oleh pemirsa kecuali dalam hal-hal khusus seperti pada adegan ulang sercara lambat, atau dengan alat khusus seperti perekam video cassette recorder (VCR). Sifatnya yang hanya dapat dilihat sepintas ini, sangat memengaruhi cara-cara penyampaian pesan. Selain harus menarik, bahasa pesan yang disampaikan televisi harus mudah dimengerti dan dicerna oleh khalayak pemirsa tanpa menimbulkan kebosanan

    BalasHapus
  19. Karakteristik
    a. Bersifat melembaga, yang maksudnya karekter tersebut bersifat melembaga karena dalam proses pengelolaan media terdiri dari beberapa personal
    b. Bersifat satu arah, yang artinya komunikasi dengan menggunakan media massa kurang memungkinkanya adanya timbal balik ataupun feed back antara komunikator dengan komunikan
    c. Meluas dan serempak,dalam artian dapat mengatasi halangan serta rintangan jarak dan waktu serta pesan yang di terima oleh komunikator secara bersamaan
    d. Memakai peralatan Teknis atau Mekanis
    e. Bersifat terbuka, yang maksudnya pesan oleh komunikator dapat diterima oleh siapa saja, dan di mana saja


    Televisi
    Televisi merupakan salah satu media massa dengan kelebihan mempunyai audio visual karena media massa televisi dapat dilihat serta didengar. TV juga mempunyai kemampuan memainkan warna dan bisa memunculkan beberapa saluran atau chanel mana yang ingin dinikmatinya.

    BalasHapus

Google+ Followers