Faculty of Public Health

Faculty of Public Health - Malahayati University
Your Public Health Change Agent
Akreditasi "B"

Kamis, 19 Desember 2013

PERTEMUAN 1 * KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA



 Berdasarkan latar belakang singkat mengenai masalah kesehatan reproduksi pada remaja, coba sebutkan dan jelaskan masalah-masalah kesehatan reproduksi pada remaja saat ini?

Apa yang bisa kita lakukan sebagai mahasiswa kesmas peminatan kespro?

Tulis jawaban Saudara di dalam KOLOM KOMENTAR.

23 komentar:

  1. 1.Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja adalah :
    - Masalah Kehamilan Remaja
    Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. Pasalnya, emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan, adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya.
    - Masalah Aborsi
    Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang. Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi
    - Infeksi Menular Seksual (IMS)
    Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang menyerang organ kelamin seseorang dan sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit menular seksual akan lebih berisiko bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal.
    - HIV dan AIDS
    1) HIV
    HIV merupakan singkatan dari ’human immunodeficiency virus’. HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh.
    2) AIDS
    AIDS adalah singkatan dari ‘acquired immunodeficiency syndrome’ dan menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.

    2. Adapun solusi dan strategi bisa dilakukan :
    a. a.Pelayanan-pelayanan kesehatan bagi remaja sebaiknya tidak hanya mengenai aspek medis kesehatan reproduksi, tetapi hendaknya juga menyangkut hubungan personal dan menyangkut nilai-nilai moral melalui Pendidik sebaya (Peer Educator).

    b. Pemberian pengetahuan dasar kesehatan reproduksi kepada remaja agar mereka mempunyai kesehatan reproduksi yang baik. Pengetahuan yang diberikan antara lain terkait:
    1. Tumbuh kembang remaja: perubahan fisik/psikis pada remaja, masa subur, anemi dan kesehatan reproduksi
    2. Kehamilan dan melahirkan: usia ideal untuk hamil, bahaya hamil pada usia muda, berbagai aspek kehamilan tak diinginkan (KTD) dan abortus
    3. Pendidikan seks bagi remaja: pengertian seks, perilaku seksual, akibat pendidikan seks dan keragaman seks
    4. Penyakit menular seksual dan HIV/AIDS
    5. Kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya
    6. Bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi
    7. Pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual
    8. Kemampuan berkomunikasi: memperkuat kepercayaan diri dan bagaimana bersifat asertif
    Hak-hak reproduksi dan jender.
    9. Memperbaiki komunikasi antar orangtua dan anak. Empowering keluarga untuk meningkatkan ketahanan non fisik menghadapi arus globalisasi dengan cara memperkuat sistem agama, nilai dan norma di dalam keluarga merupakan alternatif utama. Keluarga bertugas mempertebal iman remaja dan pemuda dengan meningkatkan pemahaman nilai-nilai agama, norma, budi pekerti dan sopan santun
    10. Dari pihak pemerintah juga diharapkan adanya kegiatan berwawasan nasional misalnya memperketat sensor arus informasi dan budaya asing, menunjang pembentukan sarana bagi pengembangan remaja dan lain-lain.

    BalasHapus
  2. Masalah-masalah kesehatan reproduksi yang sering terjadi pada remaja pada saat ini yaitu :
    a.Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD)
    Kehamilan yang tidak diinginkan ini merupakan salah satu akibat dari perilau seksual remaja. Kehamilan ini membawa remaja pada dua pilihan, yakni melanjutkan kehamilan atau menggugurkannya. Terlepas dari pilihan tersebut, yang pasti melahirkan dalam usia remaja dan melakukan aborsi merupakan pilihan yang harus mereka jalani. Banyak remaja putri yang mengalami hal ini. Konsekuensi dari keputusan yang mereka ambil itu adalah melahirkan anak yang dikandungnya dalam usia yang relatif muda. Hamil dan melahirkan dalam usia remaja merupakan salah satu faktor risiko kehamilan yang tidak jarang membawa kematian ibu.
    b. Abortus
    Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan pada/sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu, kehamilan belum mampu untuk hidup di luar kandungan. Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja sering kali berakhir dengan aborsi. Aborsi yang disengaja sering kali berisiko lebih besar pada remaja putri dibandingkan pada wanita yang lebih tua. Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita
    c.Penyakit Menular Seksual (PMS)
    Infeksi PMS dapat menyebabkan masalah kesehatan seumur hidup, termasuk kemandulan dan rasa sakit kronis, serta meningkatkan risiko penularan HIV. Remaja cenderung berisiko tertular PMS, termasuk HIV/AIDS, Gonorhoe, Sypilis,Herpes dll.
    d. HIV dan AIDS
    HIV merupakan singkatan dari ’human immunodeficiency virus’. HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh
    AIDS adalah singkatan dari ‘acquired immunodeficiency syndrome’ dan menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.

    Menurut saya solusi dan strategi untuk menangani masalah kesehatan remaja saat ini yaitu dengan :
    a.. Pelayanan kesehatan bagi remaja sebaiknya tidak hanya mengenai aspek medis kesehatan reproduksi, tetapi hendaknya juga menyangkut hubungan personal dan menyangkut nilai-nilai moral melalui Pendidik sebaya (Peer Educator).
    b. Menggalang kerja sama dengan pemerintah, swasta, LSM, organisasi profesi serta organisasi kemasyarakatan berdasarkan prinsip kemitraan dalam penyelenggaraan program dan pembinaan remaja.
    c. Pemberian pengetahuan dasar kesehatan reproduksi kepada remaja agar mereka mempunyai kesehatan reproduksi yang baik. Pengetahuan yang diberikan antara lain terkait dengan tumbuh kembang remaja, kehamilan dan melahirkan, pendidikan seks bagi remaja, penyakit menular seksual, kekerasan seksual, bahaya narkoba, dan hak-hak reproduksi dan gender.

    BalasHapus
  3. Eka Lisa Afriyani, NPM 12410037.P, HADIR
    Masalah kesehatan reproduksi remaja antara lain :
    1.Kehamilan Tidak Diinginkan.
    Bila pada masa remaja mengalami KTD,maka remaja akan berfikir untuk mengakhiri kehamilannya.Remaja tentu tidak akan siap untuk menjalani kehamilannya baik secara fisik atau psikis.Kurangnya informasi tentang kesehatan reproduksi serta pergaulan yang salah dapat berakibat negatif pada perilaku remaja.Selain itu resiko yang sangat besar bila hamil dan melahirkan pada usia terlalu dini.

    2.Abortus
    Merupakan pengeluaran hasil konsepsi kurang dari 22 minggu.Pada kehamilan remaja yang tidak diinginkan,terkadang mereka memilih jalan untuk melakukan aborsi,hal ini akan berakibat tingginya angka keja dian infeksi,resiko perdarahan dan bahkan kematian.Apalgi bila aborsi dilakukan tanpa indikasi kesehatan dan dilakukan oleh orang yang tidak memiliki keahlian di bidang tersebut.

    3.HIV/AIDS
    HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh
    AIDS adalah singkatan dari ‘acquired immunodeficiency syndrome’ dan menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.

    4.PMS
    Pergaulan bebas yang salah dan tidak terkontrol akan berdampak buruk bagi remaja,apalagi begi mereka yang pernah melakukan hubungan seksual.Hal ini dapat berisiko tinggi terhadap penularan penyakit seksual,seperti gonorhe,sifilis,HIV AIDS,condiloma dan sebagainya.Bila hal ini tidak dapat tertangani dengan baik akan dappat berdampak buruk bahkan bisa menyebabkan kematian.

    Solusi dalam menangani masalah kesehatan reproduksi remaja yaitu :
    a.Peningkatan pelayanan kesehatan remaja misal di Pkm.
    b. Memberikan sex education tentang kesehatan reproduksi remaja,baik cara menjaga alat reproduksi,dan fungsinya.
    c.Adanya kebijakan pemerintah tentang kesehatan reproduksi remaja,seperti pendidikan kespro remaja dalam kurikulum pelajaran.
    d.Meningkatkan peran dan fungsi dari lembaga pendidikan,lembaga swasta dan pemerintah,TOMA,serta tokoh agama dan keluarga untuk bisa bekerja sama dalam memberikan pendidikan serta pengetahuan tentang kesehatan reproduksi,serta pendidikan lain yang berhubungan dengan kesehatan remaja.

    BalasHapus
  4. Masalah" yang muncul pada kespro remaja antara lain:
    1. Kehamilan yang tidak diiginkan
    biasanya ini terjadi akibat dari pergaulan yang terlalu bebas ,dan para remaja tidak dibekali dengn
    cukup tentang organ -organ reproduksinya dan fungsinya masing "
    Secara fisik dan mentalpun remaja belum siap didalam menghadapi kehamilannya.
    2. Abortus
    Abortus sendiri mrpkn suatu kondisi dimana janin keluar sebelum mencapai usia kandungan 22
    minggu. abortus dapat menjadi pilihan singkat bagi para remaja apabila mereka mengalami
    kondisi hamil diluar nikah.
    3 PMS
    Seiring dengan berkembangnya tekhnologi maka akses untuk memdapatkan informasi sangatlah
    mudah.. para remaja dengan gampangnya dapat membuka situs porno.. yg tentunnya sgt
    berbahaya bagi remaja tsb..hal yg paling dikhawatirkan adalah remaja mulai mencoba
    berhubungan sex ,bergonta ganti pasangan . hal ini tentu akan sgt beresiko bagi remaj untuk
    terinfeksi PMS.
    4. Penyalahgunaan obat terlarang

    Upaya yang dapat dilakukan untuk menangani masalah kespro remaja antara lain:
    1. Memberikan pendidikan tentang kesehtan reproduksi sedini mungkin,termasuk pengethuan tentang
    narkoba dan bahayanya.
    2. Meningkatkan peran serta dari keluarga, lingkungan ( sekolah,tempat tinggal,toma, tokoh agama )
    dalm upaya " pembinaaan remaja.
    3.Memberikan bekal pengetahuan agama yang cukup,norma " aturan yang ada
    4.Memberikan pelayanan kesehatan bagi remaja secara maksimal

    BalasHapus
  5. Masalah-masalah kesehatan reproduksi pada remaja saat ini :
    1. Kehamilan tidak diinginkan
    Kehamilan pada usia remaja, apalagi disebabkan oleh hubungan seks pranikah dapat menjadi trauma kejiwaan terhadap remaja putri, terutama bagi yang mengalami pertama kali. Hal ini dikarenakan perkembangan kejiwaannya belum stabil.Dari sisi psikologis remaja merasa belum siap untuk hamil dan menjalani kehidupan setelah bayi yang dikandungnya lahir ke dunia. Dari sisi sosial ekonomi remaja belum siap untuk berada di masyarakat dengan status barunya sebagai ibu dan belum bisa memenuhi kehidupan perekonomian untuk dirinya dan bayinya. Sedangkan dari sisi biologis, organ-organ reproduksi remaja belum matang secara sempurna.
    2. Abortus
    Berakhirnya kehamilan dengan pengeluaan hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan dengan usia gestasi kurang dari 22 minggu dan berat janin kurang dari 500 gram.
    Banyak sekali remaja yang mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan ( KTD ) menangani masalah mereka sendiri secara diam – diam tanpa bantuan medis maupun tanpa sepengetahuan orang tua mereka. Reaksi awal remaja pada umumnya adalah keinginan dan usaha untuk aborsi. Usaha aborsi awal itu menggunakan cara – cara yang bervariasi, mulai dari self- treatment sampai meminta bantuan tenaga medis. Sebagian remaja ingin mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan dengan cara – cara yang tidak aman malah berbahaya bagi kesehatannya sendiri.
    3. Penyakit Menular Seksual (PMS)
    Salah satu akibat yang ditimbulkan oleh aktivitas seks yang kurang sehat adalah munculnya penyakit menular seksual. Penularan penyakit ini biasanya terjadi karena seringnya seseorang melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan. Bisa juga karena melakukan hubungan seksual dengan orang yang sebelumnya sudah terkena penyakit ini.
    4. HIV-AIDS
    HIV (Human Immuno–Devesiensi) adalah virus yang hanya hidup dalam tubuh manusia, yang dapat merusak daya kekebalan tubuh manusia.
    AIDS (Acguired Immuno–Deviensi Syndromer) adalah kumpulan gejala menurunnya gejala kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit dari luar.
    Orang yang telah mengidap virus AIDS akan menjadi pembawa dan penular AIDS selama hidupnya, walaupun tidak merasa sakit dan tampak sehat. AIDS juga dikatakan penyakit yang berbahaya karena sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang bisa mencegah virus AIDS. Selain itu orang terinfeksi virus AIDS akan merasakan tekanan mental dan penderitaan batin karena sebagian besar orang di sekitarnya akan mengucilkan atau menjauhinya.

    Solusi dalam menangani masalah kesehatan reproduksi remaja yaitu :
    1. Meningkatkan peran serta orang tua dalam kegiatan kesehatan reproduksi remaja, karena orang tua adalah orang yang paling dekat dengan anaknya
    2. Memberikan pengetahuan dasar kepada remaja tentang kesehatan reproduksi, juga memberikan penyuluhan tentang Napza untuk menghindari remaja dari bahaya narkoba
    3. Meningkatkan pendidikan agama bagi remaja, agar mereka berpegang teguh terhadap ajaran agama yang dianutnya
    4. Memberikan pelayanan yang maksimal kepada remaja yang sedang menghadapi masalah yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi

    BalasHapus
  6. Masalah kesehatan reproduksi remaja,dan cara penanganannya:
    1.Masalah Aborsi
    Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorangwanita. Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi
    2.Infeksi Menular Seksual (IMS)
    Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang menyerang organ kelamin seseorang dan sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit menular seksual akan lebih berisiko bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal.
    3.HIV dan AIDS
    a.HIV
    HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh.
    b.AIDS
    AIDS adalah singkatan dari ‘acquired immunodeficiency syndrome’ dan menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.

    Solusi:
    1.Memberikan pengetahuan dasar kepada remaja tentang kesehatan reproduksi
    2.Membina dan memberikan pengetahuan kepada orang tua, guru, serta masyarakat luas tentang kesehatan reproduksi remaja.
    3.Memberikan konseling secara jelas dan menunjukkan rasa kepedulian yg besar pada remaja yg mengkonsultasikan seputaran masalah kesehatan reproduksinya
    4.Bkerja sama dengan tokoh agama,tokoh masyarakat,aparatur desa dan petugas kesehatan lain dalam mengadakan kegiatan kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi dan pembekalan agama.

    BalasHapus
  7. Masala-masalah yang muncul pada kesehatan reproduksi remaja antara lain :
    1. Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD)
    Kehamilan remaja biasanya terjadi akibat pengaruh pergaulan yg terlalu bebas dan mereka kurang
    mendapat informasi tentang kesehatan reproduksi,sehingga terkadang mereka akan nekat melaku
    kan aborsi yg sangat membahayakan jiwanya.
    2. Abortus
    Abortus adalah merupakan pengeluaran hasil konsepsi yg umurnya kurang dari 22 minggu.
    Pada kehamilan remaja yg tidak diinginkan melakukan aborsi adalah pilihan mereka meskipun
    itu sangat membahayakan bahkan dapat terjadi kematian.
    3. HIV/AIDS
    HIV adalah virus yg hanya hidup dalam tubuh manusia,dan dapat merusak daya kekebalan tubuh
    manusia.
    AIDS (ACQUINED IMMUNO-DEVESIENSI SYNDROM) adalah gejala menurunnya kekebelan
    tubuh terhadap serangan penyakit dari luar,seseorang yg telah mengindap virus AIDS akan men
    jadi penular dan pembawa AIDS selama hidupnya, AIDS jg merupakan dalam penyakit yang ber
    bahaya karena tidak ada vaksin atau obat yg dapat menyembuhkannya.

    Solusi dalam menangani masalah kesehatan reproduksi remaja,yaitu:
    1. Memberikan informasi/pendidikan tentang kesehatan reproduksi sedini mungkin,termasuk pener
    tian tentang Narkoba dan bahayanya.
    2. Meningkatkan peran serta orang tua ,keluarga,guru dan masyarakat tentang keehatan reproduksi
    remaja.
    3 Memberikan bekal agama yg cukup dan norma-norma serta aturan-aturan yg ada.
    4. Memberikan pelayanan kesehatan repoduksi bagi remaja secara maksimal yang menghadapi
    masalah kesehatan reproduksi.

    BalasHapus
  8. MASALAH-MASALAH KESEHATAN REMAJA DI INDONESIA SAAT INI ANTARA LAIN:
    1. Pernikahan dini
    Ini biasanya terjadi karena masih adanya anggapan di masyarakat tertentu yang menganggap jika anak perempuan tidak menikah dalam usia belasan maka dianggap tidak laku atau menjadi perawan tua. Akibat pernikahan dini tersebut, remaja khususnya perempuan menjadi kehilangan momen masa remaja mereka. Kemudian bila terjadi kehamilan, kemungkinan terjadi komplikasi misal anemia dan keguguran lebih tinggi akibat dari belum sempurnya pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi mereka.

    2. Kehamilan tidak diinginkan
    biasanya ini terjadi akibat dari pergaulan yang terlalu bebas ,dan para remaja sebelumnya tidak dibekali dengan pengetahuan cukup tentang organ -organ reproduksinya dan fungsinya masing "
    Secara fisik dan mentalpun remaja belum siap didalam menghadapi kehamilannya.
    2. Abortus
    Abortus sendiri mrpkn suatu kondisi dimana janin keluar sebelum mencapai usia kandungan 22
    minggu. abortus dapat menjadi pilihan singkat bagi para remaja apabila mereka mengalami
    kondisi hamil diluar nikah.
    3 PMS
    Seiring dengan berkembangnya tekhnologi maka akses untuk memdapatkan informasi sangatlah
    mudah.. para remaja dengan gampangnya dapat membuka situs porno.. yg tentunnya sgt
    berbahaya bagi remaja tsb..hal yg paling dikhawatirkan adalah remaja mulai mencoba
    berhubungan sex ,bergonta ganti pasangan . hal ini tentu akan sgt beresiko bagi remaj untuk
    terinfeksi PMS.
    4. Penyalahgunaan obat terlarang

    Upaya yang dapat dilakukan untuk menangani masalah kespro remaja antara lain:
    1> Melakukan advokasi kepada pemerintah setempat agar menerepkan kebijakan yang mendukung program seks education di sekolah.
    2. Memberikan pendidikan tentang kesehtan reproduksi sedini mungkin,termasuk pengetahuan tentang
    narkoba dan bahayanya.
    3. Meningkatkan peran serta dari keluarga, lingkungan ( sekolah,tempat tinggal,toma, tokoh agama )
    dalm upaya " pembinaaan remaja.
    4.Memberikan bekal pengetahuan agama yang cukup,norma " aturan yang ada
    5.Memberikan pelayanan kesehatan bagi remaja secara maksimal

    BalasHapus
  9. Masalah - masalah kespro pada remaja saat ini yaitu :
    1. Kehamilan tidak diinginkan
    Yaitu kehamilan pada usia remaja yang pada usia 14 - 19 tahun yang disebabkan oleh hubungan seks pranikah yang bisa menjadi trauma kejiwaan terhadap remaja putri, terutama bagi yang mengalami kehamilan pertama kali. Hal ini dikarenakan perkembangan kejiwaannya belum stabil.Dari sisi psikologis remaja merasa belum siap untuk hamil dan menjalani kehidupan setelah bayi yang dikandungnya lahir ke dunia. Dari sisi sosial ekonomi remaja belum siap untuk berada di masyarakat dengan status barunya sebagai ibu dan belum bisa memenuhi kehidupan perekonomian untuk dirinya dan bayinya. Sedangkan dari sisi biologis, organ-organ reproduksi remaja belum matang secara sempurna.
    2. Pernikahan Dini
    Biasa disebut dengan pernikahan pada usia muda yaitu pernikahan yang dilakukan oleh sepaswang laki laki dan perempuanb remaja.jika laki laki kurang dari usia 21 tahun sedangkan perempuan kurang dari usia 19 tahun. yang biasa disebabkan banyak sekali faktor faktornya baik dari sosbud, ekonomi, tingkat pendidikan, dan banyak hal lainnya.
    3. Abortus
    Biasa disebut dengan keguguran yaitu keluarnya hasil pembuahan (janin) sebelum masa kehamilan berumur 22 minggu. keguguran ini dapat terjadi secara spontan ataupun disengaja dilakukan.yang disebabkan banyak hal tergantung dengan masalah apa yang dihadapi sehingga bisa terjadinya abortus tersebut.

    Hal - hal yang dilakukan untuk penanganan masalah kespro pada remaja, antara lain :
    1. Memberikan penyuluhan tentang resiko pernikahan dini
    2. Memberikan pendidikan kespro sedini mungkin untuk para remaja terutama di sekolah sekolah
    3. Melakukan bimbingan psikologis kepada remaja ataupun pasangan muda agar mempunyai cara pandang dengan pertimbanagan pendewasaan
    4. Memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk pasien abortus sehingga bisa mencegah terjadinya infeksi
    5. Meningkatkan peran serta kedua orang tua ,keluarga, guru dan masyarakat sekitar tentang kesehatan reproduksi pada remaja.

    BalasHapus
  10. 1.MASALAH-MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA ANTARA LAIN: :
    - Masalah Kehamilan Remaja
    Kehamilan ini bisa terjadi karena dampak hubungan bebas pada remaja, yang berakibat si remaja itu hamil. Ataupun memang sengaja menikah pada usia muda karena adanya pandangan di masyarakat tertentu yang menganggap semakin cepat menikah berarti semakin baik karena berarti si anak laku / tidak jadi perawan tua.Kehamilan usia remaja memuat risiko yang tidak kalah berat. Pasalnya, emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan, adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya.

    - Masalah Aborsi
    Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang. Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi

    - Infeksi Menular Seksual (IMS)
    Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang menyerang organ kelamin seseorang dan sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit menular seksual akan lebih berisiko bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal.

    - HIV dan AIDS
    1) HIV
    HIV merupakan singkatan dari ’human immunodeficiency virus’. HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh.
    2) AIDS
    AIDS adalah singkatan dari ‘acquired immunodeficiency syndrome’ dan menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.

    2. Adapun solusi dan strategi bisa dilakukan :
    a. a.Pelayanan-pelayanan kesehatan bagi remaja sebaiknya tidak hanya mengenai aspek medis kesehatan reproduksi, tetapi hendaknya juga menyangkut hubungan personal dan menyangkut nilai-nilai moral melalui Pendidik sebaya (Peer Educator).

    b. Pemberian pengetahuan dasar kesehatan reproduksi kepada remaja agar mereka mempunyai kesehatan reproduksi yang baik. Pengetahuan yang diberikan antara lain terkait:
    1. Tumbuh kembang remaja: perubahan fisik/psikis pada remaja, masa subur, anemi dan kesehatan reproduksi
    2. Kehamilan dan melahirkan: usia ideal untuk hamil, bahaya hamil pada usia muda, berbagai aspek kehamilan tak diinginkan (KTD) dan abortus
    3. Pendidikan seks bagi remaja: pengertian seks, perilaku seksual, akibat pendidikan seks dan keragaman seks
    4. Penyakit menular seksual dan HIV/AIDS
    5. Kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya
    6. Bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi
    7. Pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual
    8. Kemampuan berkomunikasi: memperkuat kepercayaan diri dan bagaimana bersifat asertif
    Hak-hak reproduksi dan jender.
    9. Memperbaiki komunikasi antar orangtua dan anak. Empowering keluarga untuk meningkatkan ketahanan non fisik menghadapi arus globalisasi dengan cara memperkuat sistem agama, nilai dan norma di dalam keluarga merupakan alternatif utama. Keluarga bertugas mempertebal iman remaja dan pemuda dengan meningkatkan pemahaman nilai-nilai agama, norma, budi pekerti dan sopan santun
    10. Dari pihak pemerintah juga diharapkan adanya kegiatan berwawasan nasional misalnya memperketat sensor arus informasi dan budaya asing, menunjang pembentukan sarana bagi pengembangan remaja dan lain-lain.

    BalasHapus
  11. Masalah-masalah yang muncul pada kesehatan reproduksi remaja pada saat ini:
    1. Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD)
    Biasanya ini terjadi akibat dari pergaulan yang terlalu bebas ,dan para remaja tidak dibekali dengn
    cukup tentang organ -organ reproduksinya dan fungsinya masing-masing.
    Secara fisik dan mentalpun remaja belum siap didalam menghadapi kehamilannya.
    2. Abortus
    Abortus sendiri merupakn suatu kondisi dimana janin keluar sebelum mencapai usia kandungan 22
    minggu. abortus dapat menjadi pilihan singkat bagi para remaja apabila mereka mengalami
    kondisi hamil diluar nikah.
    3 PMS
    Seiring dengan berkembangnya teknologi maka akses untuk memdapatkan informasi sangatlah
    mudah. Para remaja dengan gampangnya dapat membuka situs porno, yg tentunnya sangat
    berbahaya bagi remaja tsb. Hal yg paling dikhawatirkan adalah remaja mulai mencoba
    berhubungan seksual pranikah ,bergonta ganti pasangan. Hal ini tentu akan sgt beresiko bagi remaja untuk terinfeksi PMS.
    4.HIV dan AIDS
    HIV merupakan singkatan dari ’human immunodeficiency virus’. HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh.
    AIDS adalah singkatan dari ‘acquired immunodeficiency syndrome’ dan menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.

    Upaya dan strategi yang dapat dilakukan untuk menangani masalah kespro remaja antara lain:
    1. Melakukan advokasi kepada pemerintah setempat agar menerepkan kebijakan yang mendukung program seks education di sekolah.
    2. Memberikan pendidikan tentang kesehtan reproduksi sedini mungkin,termasuk pengetahuan tentang narkoba dan bahayanya.
    3. Meningkatkan peran serta dari keluarga, lingkungan ( sekolah,tempat tinggal,toma, tokoh agama )
    dalm upaya " pembinaaan remaja.
    4.Memberikan bekal pengetahuan agama yang cukup,norma " aturan yang ada

    BalasHapus
  12. Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja

    1. Masalah Kehamilan Remaja

    Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. Pasalnya, emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan, adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya.

    Kehamilan tidak diinginkan
    Yaitu kehamilan pada usia remaja yang pada usia 14 - 19 tahun yang disebabkan oleh hubungan seks pranikah yang bisa menjadi trauma kejiwaan terhadap remaja putri, terutama bagi yang mengalami kehamilan pertama kali. Hal ini dikarenakan perkembangan kejiwaannya belum stabil.Dari sisi psikologis remaja merasa belum siap untuk hamil dan menjalani kehidupan setelah bayi yang dikandungnya lahir ke dunia. Dari sisi sosial ekonomi remaja belum siap untuk berada di masyarakat dengan status barunya sebagai ibu dan belum bisa memenuhi kehidupan perekonomian untuk dirinya dan bayinya. Sedangkan dari sisi biologis, organ-organ reproduksi remaja belum matang secara sempurna.

    2. Masalah Aborsi

    Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang. Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi

    3. Infeksi Menular Seksual (IMS)

    Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang menyerang organ kelamin seseorang dan sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit menular seksual akan lebih berisiko bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal.

    4. HIV dan AIDS

    1) HIV

    HIV merupakan singkatan dari ’human immunodeficiency virus’. HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh.

    Sistem kekebalan dianggap defisien ketika sistem tersebut tidak dapat lagi menjalankan fungsinya memerangi infeksi dan penyakit- penyakit. Orang yang kekebalan tubuhnya defisien (Immunodeficient) menjadi lebih rentan terhadap berbagai ragam infeksi, yang sebagian besar jarang menjangkiti orang yang tidak mengalami defisiensi kekebalan. Penyakit-penyakit yang berkaitan dengan defisiensi kekebalan yang parah dikenal sebagai “infeksi oportunistik” karena infeksi-infeksi tersebut memanfaatkan sistem kekebalan tubuh yang melemah.

    2) AIDS

    AIDS adalah singkatan dari ‘acquired immunodeficiency syndrome’ dan menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.

    adapun solusi yang harus dilakukan adalah :
    1.Menciptakan kebijakan yang melibatkan remaja baik sebagai partisipan aktif maupun pasif
    2.Pelayanan-pelayanan kesehatan bagi remaja sebaiknya tidak hanya mengenai aspek medis kesehatan reproduksi, tetapi hendaknya juga menyangkut hubungan personal dan menyangkut nilai-nilai moral melalui Pendidik sebaya (Peer Educator).
    3. Menggalang kerja sama dengan semua stakeholder baik pemerintah, swasta, LSM, organisasi profesi serta organisasi kemasyarakatan berdasarkan prinsip kemitraan dalam penyelenggaraan program dan pembinaan remaja.
    4. Pemberian pengetahuan dasar kesehatan reproduksi kepada remaja agar mereka mempunyai kesehatan reproduksi yang baik
    5.Melakukan bimbingan psikologis kepada remaja
    5. meningkatkan peran serta keluarga, tetangga dan lingkungan masyarakat dalam upaya pembinaan remaja

    BalasHapus
  13. Masalah" yang muncul pada kespro remaja antara lain:
    1. Kehamilan yang tidak diiginkan
    biasanya ini terjadi akibat dari pergaulan yang terlalu bebas ,dan para remaja tidak dibekali dengn
    cukup tentang organ -organ reproduksinya dan fungsinya masing "
    Secara fisik dan mentalpun remaja belum siap didalam menghadapi kehamilannya.
    2. Abortus
    Abortus sendiri merupakn suatu kondisi dimana janin keluar sebelum mencapai usia kandungan 22
    minggu. abortus dapat menjadi pilihan singkat bagi para remaja apabila mereka mengalami
    kondisi hamil diluar nikah.

    Solusi:
    1.Memberikan pengetahuan dasar kepada remaja tentang kesehatan reproduksi
    2.Membina dan memberikan pengetahuan kepada orang tua, guru, serta masyarakat luas tentang kesehatan reproduksi remaja.
    3.Memberikan konseling secara jelas dan menunjukkan rasa kepedulian yg besar pada remaja yg mengkonsultasikan seputaran masalah kesehatan reproduksinya

    Eti Hermawati
    Npm. 12410041.p

    BalasHapus
  14. Masalah-masalah kesehatan reproduksi pada remaja saat ini :
    1. Kehamilan tidak diinginkan
    yaitu Kehamilan pada usia remaja, apalagi disebabkan oleh hubungan seks pranikah Dari sisi psikologis remaja merasa belum siap untuk hamil dan menjalani kehidupan setelah bayi yang dikandungnya lahir ke dunia. Dari sisi sosial ekonomi remaja belum siap untuk berada di masyarakat dengan status barunya sebagai ibu dan belum bisa memenuhi kehidupan perekonomian untuk dirinya dan bayinya. Sedangkan dari sisi biologis, organ-organ reproduksi remaja belum matang secara sempurna.
    2. Abortus
    yaitu Berakhirnya kehamilan dengan pengeluaan hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan dengan usia gestasi kurang dari 22 minggu dan berat janin kurang dari 500 gram.
    Banyak sekali remaja yang mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan ( KTD ) menangani masalah mereka sendiri secara diam – diam tanpa bantuan medis maupun tanpa sepengetahuan orang tua mereka. Reaksi awal remaja pada umumnya adalah keinginan dan usaha untuk aborsi. Usaha aborsi awal itu menggunakan cara – cara yang bervariasi, mulai dari self- treatment sampai meminta bantuan tenaga medis. Sebagian remaja ingin mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan dengan cara – cara yang tidak aman malah berbahaya bagi kesehatannya sendiri.
    3. Penyakit Menular Seksual (PMS)
    Salah satu akibat yang ditimbulkan oleh aktivitas seks yang kurang sehat adalah munculnya penyakit menular seksual. Penularan penyakit ini biasanya terjadi karena seringnya seseorang melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan. Bisa juga karena melakukan hubungan seksual dengan orang yang sebelumnya sudah terkena penyakit ini.
    4. HIV-AIDS
    HIV (Human Immuno–Devesiensi) adalah virus yang hanya hidup dalam tubuh manusia, yang dapat merusak daya kekebalan tubuh manusia.
    AIDS (Acguired Immuno–Deviensi Syndromer) adalah kumpulan gejala menurunnya gejala kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit dari luar.
    Orang yang telah mengidap virus AIDS akan menjadi pembawa dan penular AIDS selama hidupnya, walaupun tidak merasa sakit dan tampak sehat. AIDS juga dikatakan penyakit yang berbahaya karena sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang bisa mencegah virus AIDS. Selain itu orang terinfeksi virus AIDS akan merasakan tekanan mental dan penderitaan batin karena sebagian besar orang di sekitarnya akan mengucilkan atau menjauhinya.

    Solusi dalam menangani masalah kesehatan reproduksi remaja yaitu :
    1. Menyediakan informasi tentang kesehatan reproduksi, karena ketidaktersediaan informasi yang akurat dan benar tentang kesehatan reproduksi memaksa remaja untuk melakukan eksplorasi sendiri, baik melalui media informasi maupun dari teman sebaya
    2. Memperbanyak akses pelayanan kesehatan yang diiringi sarana konseling
    3. Meningkatkan partisipasi remaja dengan mengembangkan pendidikan sebaya
    4. Meminimalkan informasi tentang kebebasan seks. Dalam hal ini media massa dan hibunran sangat penting
    5. Menciptakan hubungan keluarga yang kukuh, kondusif dan informatif. Pandangan bahwa seks adalah tabu yang telah sekian lama tertanam justru membuat remaja enggan bertanya tentang kesehatan reproduksinya dengan orang tuanya sendiri.

    BalasHapus

Google+ Followers