Faculty of Public Health

Faculty of Public Health - Malahayati University
Your Public Health Change Agent
Akreditasi "B"

Selasa, 30 September 2014

4. DEFINISI SEHAT

  

Setelah kita membaca definisi sehat di atas pahamilah bahwa ada perubahan batasan kesehatan yang terjadi. Silahkan mahasiswa untuk menjawab mengenai perubahan batasan kesehatan saat ini. Tuangkan pendapat saudara didalam KOLOM KOMENTAR.

Untuk mempelajari materi selanjutnya silahkan KLIK POSTING LAMA pada kanan bawah wall blog saudara.

41 komentar:

  1. Perubahan batasan kesehatan yang terjadi saat ini berdasarkan WHO (1948) dibandingkan dengan UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009 terletak pada ditiadakannya bagian kondisi sehat seseorang dikaitkan dengan produktiftas kerja yang berimplikasi pada kesejahteraan ekonomi dan sosial. Batasan sehat saat ini benar-benar ditujukan pada KONDISI FISIK, MENTAL, dan SOSIAL dan bagian produktifitas dihilangkan.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Menurut pendapat saya perubahan batassn kesehatan saat ini atau sekarang telah diperbaharui . bila batasan kesehatan yang terdahulu itu hanya mencakup tiga dimensi atau aspek, yakni: fisik, mental, dan sosial, maka dalam Undang- Undang N0. 36 Tahun 2009, Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi dalam kehidupannya sehari-hari.

    BalasHapus
  4. irma afria suryani, hadir
    Menurut saya perubahan batasan kesehatan saat ini telah diperbaharui .batasan kesehatan yang terdahulu itu hanya mencakup tiga dimensi yaitui: fisik, mental, dan sosial, maka dalam UU N0. 36 Tahun 2009, Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi dalam kehidupannya sehari-hari.
    Balas

    BalasHapus
  5. Dari definisi sehat menurut UU Kesehatan No 36 tahun 2009 dan WHO tahun 1948 memang terdapat perubahan batasan yang terjadi, perubahan ini kita bisa lihat pada konteks kalimat UU Kesehatan No.36 tahun 2009 sehat tidak sekedar keadaan sempurna fisik,mental dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat, tetapi disertai PRODUKTIF SECARA EKONOMI DAN SOSIAL, ini berarti definis sehat sekarang telah berkembang, manusia tidak hanya harus sempurna secara fisik mental sosial kita juga dituntut untuk produktif secara ekonomi dan sosial agar kita bisa disebut manusia yang sehat.

    BalasHapus
  6. nurlela diana, hadir

    BalasHapus
  7. lia septiana,hadir
    Menurut pendapat saya perubahan batassn kesehatan saat ini tidak hanya mencakup tiga dimensi atau aspek, yakni: fisik, mental, dan sosial, maka dalam Undang- Undang th2009, Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  8. pada batasan sehat tersebut terjadi pergeseran makna, dimana sehat tidak lagi hanya dinilai dari aspek fisik, mental dan sosial seperti yg tertera pada pengertian sehat menurut WHO1948. tetapi juga diukur mengenai prduktifitas dalam bidang ekonomi, sehingga tidak menjadi beban (bergantung pada) individu yg lainnya.
    dengan kata lain, walaupun seseorang mengalami cacat fisik , masih bisa dikatakan sehat sejauh individu tersebut masih bisa melakukan aktifitas fisik tanpa gangguan.

    BalasHapus
  9. dari kedua definisi tersebut memag terjadi perbedaan... saat ini sehat memang tidak hanya sekedar sempurna keaadaan fisik, bebas penyakit dan cacat..tetapi juga faktor ekonomi sosial juga sangat berpengaruh dalam kesehatan dan perilaku sehat...orang yang berada dalam lingkup ekonomi sosial menengah keatas pasti berbeda kesadaran perilaku sehat nya dengan orang berada dlm lingkup ekonomi sosial yg menengah kebawah...karna itu di hrapkan petugas kesehatan bisa membidik sasaran (masyarakat yang kurang sadar akan perilaku sehat) dengan tepat untuk merubah pola pikir dan perilaku sehat pada masyarakat dengan menggunakan promosi kesehatan.

    BalasHapus
  10. Vivi Andriani
    Menurut saya, perubahan batasan kesehatan saat ini sangat bagus karena dalam UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009 seseorang dapat dikatan sehat apabila sehat secara fisik,mental dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat, serta produktif secara ekonomi dan social. Dan UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan terbentuk untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik . Peraturan perundang-undangan tersebut mengatur secara jelas, cermat, dan lengkap setiap aspek kesehatan. Kareana dengan seseorang sehat secara fisik,mental dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat, serta produktif secara ekonomi dan social dapat menciptakan suatu kegiatan dalam upaya memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dalam rangka pembentukan sumber daya manusia serta meningkatkan ketahanan dan daya saing bangsa bagi pembangunan nasional dalam bidang kesehatan. Maka dari itu dibentuk suatu aturan yang konkret tentang kesehatan.

    BalasHapus
  11. Batasan kesehatan tersebut sekarang telah diperbaharui Bila Batasan kesehatan yang terdahulu itu hanya mencakup 3 dimensi/aspek,yaitu fisik,mental,dan sosial,maka dalam Undang Undang no 23 th 1992 kesehatan mencakup 4 aspek,yaitu fisik (badan), mental (jiwa), sosial dan ekonomi.Batasan kesehatan tersebut diilhami oleh Batasan kesehatan menurut WHO yang paling baru.

    BalasHapus
  12. Mona Oftikasari, Hadir
    Menurut saya perubahan batasan kesehatan saat ini sudah mulai berkembang, maka itu kita bisa lihat dari perubahan definisi WHO Tahun 1948 yang hanya batasan sehat itu dapat di lihat dari kondisi fisik, mental dan sosial, dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat. sedangkan definisis secara UU kesehatan No. 36 tahun 2009 telah di lengkapi dengan produktif secara ekonomidan sosial,

    BalasHapus
  13. perubahan batasan terletak pada kalimat disertai PRODUKTIF SECARA EKONOMI DAN SOSIAL. artinya sKesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial.


    sehingga fisik yang sehat, mental yang baik, dan tidak cacat itu memiliki nilai manfaat. kehidupan saat ini tidak lepas dari nilai ekonomi mau kuliah bayar mau makan bayar. nah untuk mendapatkan rupiah itu harus bekerja. bukan berharap meminta bantuan dari negara.

    bisa memberikan sesuatu buat diri keluarga n negara.

    BalasHapus
  14. Ima Yustitia, Hadir
    Menurut saya mengenai perubahan kesehatan saat ini adalah mengenai adanya peningkatan pengetahuan yang tinggi tidakdiiukuti dengan perubahan prilaku sehingga promosi kesehatan tidak hanya mengupayakan perubahan prilaku saja tetapi juga perubahan lingkungan

    BalasHapus
  15. Neti Nurmala sari , FKM

    mengenai Perubahan batasan kesehatan saat ini :
    Pada dasarnya perubahan batasan kesehatan saat ini terjadi karna prilaku manusia itu sendri, apa bila prilaku manusia dapat di ubah menjadi prilaku yang mengerti akan kesehatan maka batasan kesehatan tidak akan ada, karna sehat merupakan keadaan sempurna baik fisik, mental dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat serta produktif secara ekonomi dan sosial. perubahan prilaku sebagai dampak dari promosi kesehatan. Perilaku tersebut dibagi lagi dalam 3 domain yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Kognitif diukur dari pengetahuan, afektif dari sikap psikomotor dan tindakan (ketrampilan)
    Dalam promosi kesehatan perubahan perilaku merupakan hal yang penting karena untuk mengetahui sejauh mana promosi kesehatan yang di berikan berjalan efektif. Keberhasilan suatu promosi kesehatan dapat di nilai dari perubahan perilaku dari penerima promosi kesehatan.

    BalasHapus
  16. Terjadi Perubahan Batasan Makna sehat dimana sehat tidak hanya dilihat dari faktor fisik, mental dan sosial saja, tetapi dari faktor ekonomi juga harus produktif. Jadi ada 4 Faktor yang terkandung dalam pengertian sehat
    1. Fisik
    2. Mental
    3. Sosial
    4. Ekonomi

    BalasHapus
  17. Aji Kurniawan, FKM

    Mengenai perubahan batasan kesehatan saat ini di pengaruhi oleh prilaku masyarakat itu sendri. Sehingga penting untuk pemerintah melakukan kegiatan promosi kesehatan . Diharapkan dengan adanya kegiatan promosi kesehatan dapat merubah prilaku manusia di dalam kesehatan sehingga dapat menjadi masyrakat dalam keadaan sempurna baik fisik, mental dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat serta produktif secara ekonomi dan sosial
    Promosi kesehatan sangat di perlukan agar masyarakat dapat hidup dengan sehat.

    BalasHapus
  18. definisi sehat menurut UU Kesehatan No 36 tahun 2009 dan WHO tahun 1948 memang terdapat perubahan batasan yang terjadi, perubahan ini kita bisa lihat pada UU Kesehatan No.36 tahun 2009 sehat tidak sekedar keadaan sempurna fisik,mental dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat, tetapi disertai produktif secara ekonomi dan sosial, ini berarti definis sehat telah berkembang lebih baik dari pada yang sebelumnya, manusia tidak hanya harus sempurna secara fisik mental sosial kita juga dituntut untuk produktif secara ekonomi dan sosial

    BalasHapus
  19. Pengertian kesehatan saat ini lebih luas dan dinamis dibandingkan dengan Batasan sebelumnya.Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik,mental,dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan/menghasilkan sesuatu secara ekonomi.

    BalasHapus
  20. Eni Herleni ( hadir ) menurut saya perubahan batasan Kesehatan yang terjadi saat ini berdasarkan WHO (1948) dibandingkan dengan UU kesehatan No. 36 Tahun 2009 terletak pada ditiadakannya bagian kondisi seseorang dikaitkan dengan produktifitas yang berimplikasi pada kesejahteraan ekonomi dan sosial. Batasan sehat saat ini benar - benar ditujukan pada Kondisi Fisik, Mental, dan Sosial dan bagian produktifitas di hilangkan.

    BalasHapus
  21. definisi kesehatan mengalami perubahan batasan kesehatan sesuai dengan WHO 1986 yaitu "Sumber daya untuk kehidupan keseharian,bkn hanya maksud hidup kesehatan yaitu rencana positif mengutamakan sumber daya sosial serta pribadi dan kekuatan fisik

    BalasHapus
  22. Dari dua pengertian tersebut, dapat dilihat adanya perubahan makna sehat yang sebelumnya menurut WHO (1948) hanya memandang 3 hal yaitu kondisi sempurna secara fisik, mental dan sosial, pada tahun 2009 disahkan UU Kesehatan No.36 yang menambahkan satu hal dari definisi sehat yaitu produktif secara ekonomi. Dengan kata lain, makna sehat harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh dari unsur-unsur fisik, mental, sosial dan ekonomi.

    BalasHapus
  23. perubahan batasan kesehatan saat ini sudah baik seperti dikatakan dalam UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009 seseorang dapat dikatan sehat apabila sehat secara fisik,mental dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat, serta produktif secara ekonomi dan social. UU tersebut mengatur secara jelas, cermat, dan lengkap setiap aspek kesehatan. Kareana dengan seseorang sehat secara fisik,mental dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat, serta produktif secara ekonomi dan social dapat menciptakan suatu kegiatan dalam upaya memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dalam rangka pembentukan sumber daya manusia dalam bidang kesehatan.

    BalasHapus
  24. Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi dalam kehidupannya sehari-hari.

    BalasHapus
  25. Perubahan makna sehat yang tertuang dalam UU kesehatan mencakup aspek ekonomi tidak terbatas pada keadaan fisik,mental dan sosial saja, dan yang paling pentig juga pemerintah berperan akrif dalam mewujudkan keadaan sehat.

    BalasHapus
  26. Perubahan batasan Kesehatan pada saat ini didasarkan pada individu, individu yang sadar dan memiliki pengetahuan tentang kesehatan baik secara fisik, mental sosialdan tidak adanya pengetahuan tetapi sudah melebar pada kemampuan individu dan masyarakat untuk menjaga dan meningkatkan perilaku hidup yang sehat dan produktif secara ekonomi dan sosial.

    BalasHapus
  27. mengenai perubahan batasan kesehatan, pengertian sehat dalam WHO adalah kondisi sempurna secara fisik mental dan sosial bukan sekedar tidak adanya penyakit ataupun ketidakmampuan/cacat
    namun pada saat ini sehat tidak hanya dinilai secara fisik mental dan sosial tapi masyarakat harus menjadi masyarakat yang produktif secara ekonomi dan sosial seperti pada UU Kesehatan No. 36 tahun 2009.peran aktif masyarakat dan pemerintah sangat mendukung untuk tercapainya perubahan batasan kesehatan kearah yang lebih baik.

    BalasHapus
  28. Undang-undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009 memberikan batasan bahwa kesehatan merupakan keadaan sejahtera baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkingkan seseorang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Batasan ini berangkat dari batasan kesehatan menurut World Health Organization (WHO), yang mengatakan bahwa kesehatan adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Berdasarkan batasan kesehatan menurut Undang-undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009, kesehatan tidak hanya mencakup aspek fisik, mental, spritual dan sosial tetapi juga melihat dari aspek ekonomi. Hal ini berarti bahwa kesehatan sesorang juga dinilai dari produktifitasnya baik secara ekonomi maupun secara sosial .
    Keempat dimensi kesehatan tersebut (fisik, mental, spritual dan sosial) saling mempengaruh dalam mewujudkan tingka kesehatanindividu, kelompok, atau masyarakat. Sehingga kesehatan itu tidak hanya dinilai dari satu atau dua aspek, tapi melihat secara menyeluh dari semua aspek . Wujud dari masing-masing aspek tersebut dalam kesehatan seseorang antara lain sebagai berikut :
    1. Kesehatan fisik (badan) terwujud apabila seseorang tidak merasakan sakit, dimana fungsi fisiologis tubuh berfungsi sebagaimana mestinya.
    2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup dua komponen utama yakni pikiran dan emosional. Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir seseorang secara logis (masuk akal). Emosional yang sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya semisal takut, gembira, sedih, khawatir, dll.
    3. Kesehatan spiritual tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur dan ibadahnya terhadap sang pencipta alam beserta isinya. Atau dengan kata lain, sehat secara spiritual dapat dilihat dari praktek keagamaan atau kepercayaannya.
    4. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan/berinteraksi secara baik dengan dengan lingkungan sosialnya. Interaksi tersebut berdasarkan nilai yang tidak membeda-bedakan suku, ras, agama, status sosial, status ekonomi dan sebagainya, yang didasari rasa saling menghargai dan toleransi.

    BalasHapus
  29. perubahan batasan kesehatan saat ini : makna sehat yang sebelumnya menurut WHO pada tahun 1948 hanya memandang tiga hal hal yaitu kondisi sempurna secara fisik, mental dan sosial. pada tahun 2009 disahkan UU Kesehatan No.36 yang menambahkan satu hal dari pengertian sehat yaitu produktif secara ekonomi, maka sehat sekarang dilihat dari unsur-unsur fisik, mental, sosial dan ekonomi. Peran aktif dari pemerintah dan masyarakat sangat membantu peningkatan derajat kesehatan di Indonesia.

    BalasHapus
  30. Menurut saya perubahan batasan kesehatan saat ini telah diperbaharui .batasan kesehatan yang terdahulu itu hanya mencakup tiga dimensi yaitui: fisik, mental, dan sosial, maka dalam UU N0. 36 Tahun 2009, Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi dalam kehidupannya sehari-hari.

    BalasHapus
  31. nani kurnia , hadir
    yang harus saya lakukan untuk menjaga kesehatan diri saya adalah mengatur pola hidup bersih dan sehat,membiasakan diri untuk mencuci tangan...dan menghindari makan yang kurang bersih,,,contohnya makanan dipinggir jalan yang tidak bersih...
    Pada keluarga saya adalah menerapkan membuat makanan dengan cara yang bersih dan sehat serta cuci tangan sebelum dan setelah makan,,membuang sampah pada tempatnya,,karna rumah yang bersih dapat membuat nyaman keluarga
    Pada masyarakat adalah memberikan pengetahuan kepda mereka bahwa yang sudah saya terapkan diatas dapat memberikan dampak positif pada lingkungan sekitar
    Dalam promkes tidak hanya dilakukan penyuluhan saja,,tapi kita juga wajib unuk menjalankan nya,,,agar masyarakat bisa tau apa dampak positif yg ditimbulkan pada gaya hidup bersih dan sehat,,

    BalasHapus
  32. Ida Yulianty, Hadir
    Menurut saya perubahan batasan sehat tersebut terjadi perubahan makna, dimana sehat tidak lagi hanya dinilai dari aspek fisik, mental dan sosial seperti yg tertera pada pengertian sehat menurut WHO1948. tetapi juga diukur mengenai produktifitas dalam bidang sosial, dan ekonomi, sehingga
    menurut Undang-undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009, kesehatan tidak hanya mencakup aspek fisik, mental, spritual dan sosial tetapi juga melihat dari aspek ekonomi. Hal ini berarti bahwa kesehatan sesorang juga dinilai dari produktifitasnya baik secara ekonomi maupun secara sosial .
    Keempat dimensi kesehatan tersebut (fisik, mental, spritual dan sosial) saling mempengaruh dalam mewujudkan tingka kesehatanindividu, kelompok, atau masyarakat. Sehingga kesehatan itu tidak hanya dinilai dari satu atau dua aspek, tapi melihat secara menyeluh dari semua aspek .
    Balas

    BalasHapus
  33. nani kurnia , hadir ,,
    Menurut saya keempat dimensi kesehatan tersebut (fisik, mental, spritual dan sosial) saling mempengaruh dalam mewujudkan tingkat kesehatan individu, kelompok, atau masyarakat. Sehingga kesehatan itu tidak hanya dinilai dari satu atau dua aspek, tapi melihat secara menyeluh dari semua aspek..sehingga dengan begitu pemerintah juga berperan penting atas mewujudkan tercapainya hidup sehat,,,,

    BalasHapus
  34. Rushartini,hadir
    Definisi kesehatan mengalami pergeseran batasannya karena keadaan sosial ekonomi masyarakat ikut berperan di dalamnya.maksudnya sehat itu membutuhkan biaya ,shg tdk cukup sehat fisik dan mental tapi juga sosial ekonominya.

    BalasHapus
  35. Erni SUsanti hadir

    BalasHapus
  36. LAILIA HADIR

    Pengertian kesehatan saat ini lebih luas dan dinamis dibandingkan dengan Batasan sebelumnya.Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik,mental,dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan/menghasilkan sesuatu secara ekonomi.

    Balas

    BalasHapus
  37. Perubahan batasan kesehatan mengenai definisi sehat berdasarkan World Health Organization (WHO) terhadap UU Kesehatan No.36 Tahun 2019, yaitu kedua memiliki kesamaan dalam mendefisikan sehat sebagai suatu keadaan sempurna secara fisik, mental, dan sosial yang bukan sekedar tidak adanya penyakit ataupun ketidakmampuan/cacat. Hanya saja, dalam UU Kesehatan No.36 tersebut, pemerintah menambahkan sehat dilihat dari produktivitas seseorang baik secara ekonomi dan sosial.

    BalasHapus
  38. YONAS TANUGRAHA DIMAS1 Oktober 2014 00.20

    Setelah saya membaca definisi sehat bahwa ada perubahan batasan kesehatan yang terjadi menurut saya kesehatan saat ini telah diperbaharui .batasan kesehatan yang terdahulu itu hanya mencakup tiga dimensi yaitui: fisik, mental, dan sosial, maka dalam UU N0. 36 Tahun 2009, Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi dalam kehidupannya sehari-hari.Jadi Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan/berinteraksi secara baik dengan dengan lingkungan sosialnya. Interaksi tersebut berdasarkan nilai yang tidak membeda-bedakan suku, ras, agama, status sosial, status ekonomi dan sebagainya, yang didasari rasa saling menghargai dan toleransi

    BalasHapus
  39. Suzia Fitri, Hadir

    BalasHapus

Google+ Followers