Faculty of Public Health

Faculty of Public Health - Malahayati University
Your Public Health Change Agent
Akreditasi "B"

Rabu, 05 Oktober 2016

5. Strategi Promosi Kesehatan - Ottawa Charter

Di dalam Konferensi Internasional Promosi Kesehatan di Ottawa, Canada (1986) menghasilkan Piagam Ottawa (Ottawa Charter). Piagam tersebut merumuskan upaya promosi kesehatan mencakup 5 butir.

Image result for pergeseran istilah promosi kesehatan

Kebijakan Berwawasan Kesehatan (Health Public Policy). Ditujukan kepada policy maker agar mengeluarkan kebijakan-kebijakan public yang mendukung kesehatan. 

Lingkungan yang Mendukung (Supportive Environment). Ditujukan kepada para pengelola tempat umum termasuk pemerintah kota, agar menyediakan prasarana saranayang emndukung terciptanya perilaku sehat bagi masyarakat.

Reorientasi Pelayanan Kesehatan (Reorient Health Service). Selama ini yang menjadi penyedia (provider) pelayanan kesehatan adalah pemerintah dan swasta sedangkan masyarakat adalah sebagai pengguna (customers) pelayanan kesehatan. Pemahaman ini harus diubah, bahwasannya masyarakat tidak sekedar pengguna tetapi  bisa sebagai provider dalam batas-batas tertentu melalui upaya pemberdayaan.

Keterampilan Individu (Personnel Skill). Kesehatan masyarakat akan terwujud apabila kesehatan individu, keluarga dan kelompok tersebut terwujud.

Gerakan Masyarakat (Community Action).  Adanya gerakan-gerakan atau kegiatan-kegiatan di masyarakat yang mendukung kesehatan agar terwujud perilaku yang kondusif dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka.

Nah, dari pemahaman upaya promosi kesehatan di atas, silahkan saudara berikan contoh dari masing-masing butir Piagam Ottawa di dalam KOLOM KOMENTAR.

Untuk memehami materi selanjutnya silahkan KLIK POSTING LAMA pada kanan bawah wall blog Saudara.

35 komentar:

  1. 1. Kebijakan berwawasan kesehatan
    Promosi kesehatan dapat dilakukan dengan membuat kebijakan di semua sektor pada semua level, mengarahkan mereka supaya sadar akan konsekuensi kesehatan dari keputusan mereka dan agar mereka menerima tanggung jawab mereka atas kesehatan.
    2. Lingkungan yang mendukung
    Dalam mendukung upaya promosi kesehatan ini, para pengelola tempat umum pun mampu menerapkan promkes dengan cara memasang tulisan atau selebaran yang mengacu kebersihan lingkungan pada pengelola tempat umum dan peningkatan sarana prasaran ditempat-tempat umum baik dipasar, pelabuhan, dan terminal dan juga perlunya jalur hijau didaerah perkotaan, yang akhir-akhir ini sering diabaikan pemanfaatannya oleh oknum-oknum tertentu. perlunya perlindungan diri pada kelompok terpapar pencemaran udara , seperti penggunaan masker pada penjaga loket jalan tol, petugas polantas, dsb.
    3. Reorientasi Pelayanan Kesehatan
    Promosi kesehatan dapat dilakukan dengan penyuluhan kelompok -kelompok kecil yang ada dalam lingkungan masyarakat guna membangkitan kesadaran dalam hidup sehat yang dbisa dilakukan dalam posyandu dan pelayanan2 kesehatan lainnya.
    4. Keterampilan individu
    Dalam mewujudkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan, ketrampilan individu mutlak diperlukan. Dengan harapan semakin banyak individu yang terampil akan pelihara diri dalam bidang kesehatan, maka akan memberikan cerminan bahwa dalam kelompok dan masyarakat tersebut semuanya dalam keadaan yang sehat dan masyarakat juga perlu dilatih mengenai cara-cara dan pola-pola hidup sehat.
    melalui penyuluhan secra indicidu atau kelompok seperti di Posyandu, PKK. Adanya pelatihan kader kesehatan, pelatihan dokter kecil, pelatihan guru UKS, dll.
    5. Gerakan Masyarakat
    Promkes bisa dilakuan dengan adanya gerakan 3 M dalam program pemberantasn DBD, gerakan jumat bersih serta gotong royong dalam lingkungan masyarakat tempat tinggal.

    BalasHapus
  2. 1.pemerintah kabupaten membuat PP contoh tidak boleh merokok ditempat-tempat umun
    2.pembangunan fasilitas air bersih dan MCk
    3.meningkatkan kerjasama dengan kader kader kesehatan
    4.memberikan praktek CTPS dilima waktu penting
    5.menhidupkan pos pos kesehatan(poskesti,posyandu,poslansia,posbindu)

    BalasHapus
  3. Triza Oktarina

    1. Kebijakan berwawasan kesehatan, contoh : BPJS
    2. Lingkungan yg mendukung, contoh : dibentuknya posyandu balita, posyandu lansia, poskesdes, poskeskel, dll.
    3. Contoh reorientasipelayanan kesehatan : menjadi kader kesehatan di lingkungannya.
    4. Contoh keterampilan individu : dalam hal ini, ibu memiliki peranan yg sangat penting dalam peningkatan kesehatan keluarga. Maka harus memiliki keterampilan di bidang kesehatan, contoh tahu bagaimana cara membuat ORALIT.
    5. Contoh gerakan masyarakat : Gerakan Sayang Ibu.

    BalasHapus
  4. 1. Undang-undang / PEraturan Pemerintah yang mendukung kesehatan
    2. perlunya jalur hijau didaerah perkotaan, yang akhir-akhir ini sering diabaikan pemanfaatannya oleh oknum-oknum tertentu. perlunya perlindungan diri pada kelompok terpapar pencemaran udara , seperti penggunaan masker pada penjaga loket jalan tol, petugas polantas

    3. Pemberdayaan masyarakat, posyandu, UKGMD, Saka bhakti Husada, poskestren

    4. melalui penyuluhan secara indicidu atau kelompok seperti di Posyandu, PKK. Adanya pelatihan kader kesehatan, pelatihan dokter kecil, pelatihan guru UKS

    5. adanya gerakan 3 M dalam program pemberantasn DBD, gerakan jumat bersih

    BalasHapus
  5. 1.Peraturan daerah/kota yang membuat peraturan desa ODF (Open Defecation Free) yang mengharuskan kepala desa untuk mendeklarasikan Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan.
    2.Perlu nya TTG (Teknologi Tepat Guna) seperti JAMRUD (Jamban untuk Daerah Pasang Surut) seperti di daerah Pesisir pantai atau perairan
    3.Kolaborasi Kader kesehatan lingkungan dan Jumantik dalam Inspeksi Rumah Sehat
    4.Pemicuan STBM ( Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) dengan mempraktekkan pembuatan jamban sehat
    5.Kegiatan Swasembada Jamban dengan gerakan kelompok masyarakat yang memproduksi jamban sekaligus menjualnya sebagai mata pencaharian baru
    Nama : Eka Surabina Tarigan
    NPM : 16410065P

    BalasHapus
  6. 1. Kebijakan Berwawasan Kesehatan
    Pembuatan PP No. 33 Tahun 2012 tentang pemberian ASI Eksklusif yang kemudian dilanjutkan ke peraturan gubernur dan peraturan daerah/bupati untuk memperkuat dukungan keberhasilan program kesehatan (ASI Eksklusif)

    2. Lingkungan yang Mendukung
    Disediakannya tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun di rumah-rumah makan dan wc umum, pembuatan jamban sehat dan sarana air bersih dari pemerintah daerah

    3. Reorientasi Pelayanan Kesehatan
    Upaya pemberdayaan yang dimulai dari diri sendiri/lingkungan misalnya pada sebidang tanah di halaman rumah diberdayakan tanaman obat sebagai upaya untuk menjaga dan meningkatan kesehatan dan mengobati gejala dari beberapa penyakit yang ringan

    4. Keterampilan Individu
    Ibu terampil membuat makanan pendamping ASI sendiri (home made) ketimbang memberi makanan bayi dengan bubur instan, menyediakan makanan sehat bagi keluarga tidak harus dengan biaya mahal, tetapi mengolah bahan makanan disekitar

    5. Gerakan Masyarakat
    Kerja bakti dalam membersihkan lingkungan, membuat kegiatan senam bersama setiap minggu bagi lansia

    BalasHapus
  7. Desy Yuanita
    NPM : 16410034P
    1. Kebijakan berwawasan, contohnya adanya Peraturan Daerah mengenai larangan merokok ditempat umum
    2. Menciptakan lingkungan yang mendukung, contohnya menyediakan tempat sampah yang memenuhi kriteria kesehatan
    3. Reorientasi pelayanan kesehatan, contohnya terbentuknya Posyandu, Poskesdes, dll
    4. Keterampilan individu
    Promkes mendukung pengembangan individu dan social melalui pemberian informasi, pelatihan dan pendidikan kesehatan, contohnya Pelatihan kader kesehatan, memberikan penyuluhan kesehatan bagaimana tata cara hidup bersih dan sehat kepada individu maupun kelompok seperti saat adanya posyandu.
    5. Gerakan masyarakat
    Untuk menciptakan gerakan kearah hidup sehat masyarakat perlu dibekali dengan pengetahuan dibidang kesehatan dan keterampilan, contohnya menggalakkan gerakan 3M dalam program pemberantasan DBD

    BalasHapus
  8. 1. Peraturan Pemerintah tentang KTR (Kawasan Tanpa Rokok) di tempat-tempat umum (Sekolah, RS/Fasyankes, Tempat Ibadah, TTU dan TPM), Peraturan tentan Laik Higiene TPM dan Industri Rumah Tangga
    2. Mengupayakan Zona hijau/hutan kota, Program Pasar Sehat, Pusat jajanan pasar,MCK, Jamban Komunal, dll
    3. Kegiatan UKBM, Poskeskel, Posyandu,harapannya bisa memudahkan kases terhadap pelayanan kesehatan di masyarakat dan mengupayakan adanya pemberdayaan masyarakat di sekitarnya
    4. Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Jumantik, Pemicuan STBM,Dokter Kecil , Pembinaan Tempat Pengolahan Makanan dan Industri Rumah Tangga, untuk meningkatkan kapasitas individu maupun masyarakat
    5.GERTAK PSN DBD, gerakan Jumat bersih, Kerja Bakti/Gotong Royong dalam membangun Jamban sehat/Bedah Rumah

    BalasHapus
  9. agung dicky septendry
    NPM : 16410026P
    1. Peraturan pemerintah dimana setiap desa mempunyai tempat pembuangan sampah, dan menganjurkan pada warganya agar tidak BAB sembarangan
    2. Memfasilitasi penyediakan air bersih
    3. Pemberdayaan masyarakat, menjalankan kegiatan posyandu
    4. Mengadakan penyuluhan agar setiap individu lebih paham tentang bagaimana cara hidup sehat
    5. Membersihkan lingkungan disekitar dengan cara melakukan kerja bakti setiap minggunya

    BalasHapus
  10. ARYANTI (NPM: 16410029P
    1.Kebijakan Umum yang Mendukung Kesehatan contohnya:PP/PERDA tentang sangsi bagi membuang sampah organik dan anorganik secara sembarangan.
    2. Menciptakan Lingkungan yang mendukung kesehatan contohnya: Menyediakan Tempat pembuangan sampah organik dan anorganik di tempat umum.
    3. Meningkatkan peran masyarakat dibidang kesehatan contohnya: menginstruksikan kepada masyarakat untuk mengadakan program Jumat bersih dilingkungan masing-masing.
    4. Mengembangkan Kemapuan Individu contohnya, meningkatkan SDM tentang teknis Pengolahan sampah, Daur Ulang sampah, meningkatkan kesadaran individu untuk disiplin membuang sampah pada tempatnya.
    5. Mengorientasikan kembali pelayanan kesehatan. contohnya memperbanyak layanan kesehatan di lingkungan masyarakat seperti, Posyandu,Bidan Desa, dll

    BalasHapus
  11. Yeni amira sari
    NPM : 16 410 063P

    1. Membuat kebijakan umum yang mendukung kesehatan . ( contoh: membuat peratutan dilarang merokok dtempat umum, membuang sampah)
    2. Menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan. ( contoh: membuat wc umum, mengadakan pengobatan secara keliling yg geratis kepada masyarakat)
    3. Meningkatkan peran masyarakat dbidang kesehatan. ( contoh: mengadakan goyong royong dlingkungan )
    4. Mengembangkan kemampuan perorangan untuk hidup sehat. ( contoh: mengajarkan kaetiap individu untuk selalu hidup sehat seperti mengajarkan mencuci tangan )
    5. Mengoriantasi kebali pelayanan kesehatan. ( selalu mengadakan penyuluhan klingkungan tantang kesehatan )

    BalasHapus
  12. Rini afrita
    Npm.16410054p

    1.health public policy
    PP melarang buang sampah sembarangan
    2. Supportive environment
    Penyediaan tempat pembuangan sampah umum
    3. Reorient health service
    Pemberdayaan kader posyandu dan usila
    4. Personal skill
    Pelatihan dan Kemitraan bidan dan dukun
    5.community action
    UKBM ( posyandu bayi balita, posyandu usila, pusling)

    BalasHapus
  13. 1. Kebijakan berwawasan Kesehatan antara lain: Adanya Jaminan Kesehatan Nasional(JKN) melalui BPJS Kesehatan, Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok
    2. Lingkungan yang mendukung antara lain: Adanya Kawasan No Smoking pada tempat Umum, Penyediaan Sarana tempat pembuangan sampah yang berstandar
    3. Reorientasi Pelayanan Kesehatan: Adanya pemberdayaan masyarakat melalui kader Posyandu, Pelatihn Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik), Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
    4. Adanya Program STBM ( Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini misalnya melalui sekolah seperti kegiatan UKS
    5. Kegiatan Pemberantasan DBD dengan Gerakan 3M , Gerakan Jum'at Bersih, Kegiatan Senam Lansia

    BalasHapus
  14. 1.pemerintah kabupaten atau kota membuat peraturan tentang kesehatan contohnya peraturan tentang dilarang buang sampah sembarangan atau merokok ditempat umum
    2.lingkungn : dibukanya ruang terbuka hijau yng dapat menampung masyarakat untuk mendapatkan udara yg bersih
    3.meningkatkan kerjasama dengan kader kader kesehatan ataupun masyarakat
    4.memberikan pelatihan kader phbs
    5.melakukan pengkatan pokeskel dan posyandu lansi ataupun balita

    BalasHapus
  15. 1. Pemerintah membuat peraturan yg tercantum dalam UU yg mengatur adanya analisis dampak lingkungan untuk mendirikan pabrik, perusahaan dll.
    2. Tersedia nya ruangan untuk para pecandu rokok
    3. Meningkatkan kerjasama dengan kader kader kesehatan atau dengan tokoh masyarakatnya.
    4. Memberikan praktek CTPS dilima waktu penting
    5. Menhidupkan pos pos kesehatan(poskesti,posyandu,poslansia,posbindu)

    BalasHapus
  16. PARADISYA REVIALDAFIA; (NPM : 16410051P). 1. Kebijakan berwawasan, contohnya adanya Peraturan Daerah yang mengatur tentang larangan membuang sampah di tempat umum ataupun di sungai
    2. Menciptakan lingkungan yang mendukung, contohnya mensosialisasikan untuk membuat tempat pembuangan sampah yang tepat
    3. Reorientasi pelayanan kesehatan, contohnya terbentuknya Posyandu, Poskesdes, dll
    4. Keterampilan individu
    Contohnya membuat biosfor dan melakukan gerakan 3M,
    5. Gerakan masyarakat
    contohnya Melakukan senam sehat tiap minggunya, kegiatan jum'at bersih

    BalasHapus
  17. laela Fitrianih
    1. Kebijakan berwawasan kesehatan:
    Contoh : adanya perencanaan pembangunan PLTN di daerah jepara, para penagmbil kebijakan dan pembuat keputusan harus benar-benar bisa memperhitungkan untung ruginya. harus diperhatikan kemungkinan dampak radiasi yang akan ditimbulkan, serta kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa berdampak pada kesehatan
    2.Lingkungan yang mendukung
    Contoh: perlunya jalur hijau didaerah perkotaan, yang akhir-akhir ini sering diabaikan pemanfaatannya oleh oknum-oknum tertentu. perlunya perlindungan diri pada kelompok terpapar pencemaran udara , seperti penggunaan masker pada penjaga loket jalan tol, petugas polantas
    3.Reorientasi pelayanan kesehatan
    contoh: semakin banyaknya upaya-upaya kesehatan yang bersumberdaya masyarakat (UKBM), seperti posyandu, UKGMD, Saka bhakti Husada, poskestren,
    4. Gerakan masyarakat
    contoh : adanya gerakan 3 M dalam program pemberantasn DBD, gerakan jumat bersih,
    5. Ketrampilan individu
    contoh: melalui penyuluhan secra indicidu atau kelompok seperti di Posyandu, PKK

    BalasHapus
  18. 1. Peraturan daerah tentang berobat gratis bagi masyarakat tidak mampu (jamkeskot)
    2. Penyediaan tempat sampah di fasilitas" umum
    3. Adanya pelayanan pusling
    4. Pelatihan kader kesehatan
    5. Gerakan 3m dalam pemberantasan dbd

    BalasHapus
  19. 1. Kebijakan berwawasan kesehatan
    Dapat dilakukan dengan prokosi kesehatan dengan tujuan menyadarkan masyarakat tentang arti kesehatan, seperti KTR (Kawasan tanpa Rokok).
    2. Lingkungan yang mendukung
    Penerapan lingkungan yang sehat seperti gotong-royong, menjaga kebersihan lingkungan, pengadaan penghijauan, kebersihan tempat-tempat umum.
    3. Reorientasi Pelayanan Kesehatan
    Penyuluhan saat ada kegiatan posyandu, PKK atau kelompok-kelompok tani
    4. Keterampilan Individu
    adanya PKK, Posyandu Kader-kader kesehatan.
    5. Gerakan Masyarakat
    Gotong royong, Penanaman Toga, tidak membuang sampah sembarang

    BalasHapus
  20. 1. Kebijakan berwawasan kesehatan, contoh : Peraturan Daerah tentang Darurat DBD
    2. Lingkungan yg mendukung, contoh : tersedianya Fasilitas kesehatan di daerah (Puskesmas/klinik rawat inap, Rumah sakit)
    3. Contoh reorientasipelayanan kesehatan : membentuk kader kesehatan disetiap Kelurahan/desa
    4. Contoh keterampilan individu :memberikan pembekalan/pelatihan kepada kader kesehatan tentang bahaya DBD dan penanganannya
    5. Contoh gerakan masyarakat : bergotong royong membersihkan lingkungan tempat tinggalnya

    BalasHapus
  21. CAHYANINGSIH
    NPM:16410032P
    1. Kebijakan berwawasan kesehatan contohnya adanya peraturan yang mengatur tentang pemberian ASI Eksklusif pada bayi
    2.Lingkungan yang mendukung contohnya pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini pada bayi baru lahir serta tidak memberikan PASI pada bayi usia 0-6 bln
    3. Reorientasi pelayanan kesehatan contohnya terbentuknya poskesdes, posyandu, pelayanan rawat gabung ibu dan bayi serta adanya ruang menyusui ditempat pelayanan publik
    4. Keterampilan individu contohnya kemampuan ibu dalam melakukan breastcare, tehnik menyusui yg baik dan benar serta mengetahui asupan gizi untuk mendukung proses ASI eksklusif
    5. Gerakan masyarakat contohnya kemauan ibu untuk memberikan ASI eksklusif pada bayinya, tindakan untuk tidak memberikan PASI pada usia 0-6 bln serta dukungan suami dan keluarga terhadap ibu dan bayinya dalam pemberian ASI eksklusif

    BalasHapus
  22. NOPRI DWI SAPUTRA
    NPM : 16410049P

    1.Kebijakan berwawasan kesehatan contoh : adanya kebijakan pemerintah Undang – undang kesehatan, peraturan daerah mengenai kawasan tanpa rokok, peraturan walikota mengenai kualitas udara dan lingkungan, instruksi walikota mengenai percepatan pembangunan sanitasi dan kebijakan yang mendukung meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.
    2.Lingkungan yang mendukung contoh : melakukan gerakan penghijauan di lingkungan pemukiman,menetapkan zona hijau, revitalisasi pasar tradisional ke pasar sehat, sentra makanan siap saji yang higine dan sanitasi.
    3.Reorentasi Pelayanan Kesehatan contoh posyandu,pos kesehatan kelurahan,forum kota sehat, kader STBM, kegiatan UKBM, dan UKS
    4.Keterampilan individu CONTOH : pelatihank kader pemicuan STBM, kader pemantau jentik, pemlatihan kader posbindu.
    5.Gerakan Masyarakat Contoh : Gerakan serentak DBD, Deklarasi kelurahan STBM, Gerakan jumat bersih dan gerakan masayarakat peduli tuberkulosis

    BalasHapus
  23. 1. Kebijakan perwawasan kesehatan :
    PP No. 13 Tahun 2012 tentang pemberian ASI EKSLUSIF dan PERMENKES NO.15 Tahun 2014 tentang pelarangan bagi Dokter, NAKES, penyelenggaraan pelayanan kesehatan memberikan Susu Formula dngan dendan dan sanksi administrasi.
    2. Lingkungan Yang mendukung
    Tersedianya Ruangan POJOK ASI diberbagai tempat guna mendukung dalam keberhasilan Program Pemberian ASI EKSLUSIF.
    3. Reorientasi Pelayanan Kesehatan:
    Memberdayan Kader dan kelompok masyarakat dalam mendukung Kesuksesan Program ASI EKSLUSIF, seperti adanya Kelompok AYAH Pendukung ASI EKSLUSIF, Kader ASI EKSLUSIF.
    4. KETRAMPILAN INDIVIDU :
    Ibu mampu dan terampil dalam teknik-tekhnik pemberian ASI Ekslusif serta terampilan dalam pemberian MP ASI kepada anaknya dengan berbahan pangan lokal.
    5. Gerakan Masyarakat :
    Adanya aktivitas senam bersama di instansi maupun faskes seperti senam PROLANIS bagi Lansia.


    BalasHapus
  24. 1. Kebijakan perwawasan kesehatan :
    PP No. 13 Tahun 2012 tentang pemberian ASI EKSLUSIF dan PERMENKES NO.15 Tahun 2014 tentang pelarangan bagi Dokter, NAKES, penyelenggaraan pelayanan kesehatan memberikan Susu Formula dngan dendan dan sanksi administrasi.
    2. Lingkungan Yang mendukung
    Tersedianya Ruangan POJOK ASI diberbagai tempat guna mendukung dalam keberhasilan Program Pemberian ASI EKSLUSIF.
    3. Reorientasi Pelayanan Kesehatan:
    Memberdayan Kader dan kelompok masyarakat dalam mendukung Kesuksesan Program ASI EKSLUSIF, seperti adanya Kelompok AYAH Pendukung ASI EKSLUSIF, Kader ASI EKSLUSIF.
    4. KETRAMPILAN INDIVIDU :
    Ibu mampu dan terampil dalam teknik-tekhnik pemberian ASI Ekslusif serta terampilan dalam pemberian MP ASI kepada anaknya dengan berbahan pangan lokal.
    5. Gerakan Masyarakat :
    Adanya aktivitas senam bersama di instansi maupun faskes seperti senam PROLANIS bagi Lansia.


    BalasHapus
  25. 1. Kebijakan berwawasan kesehatan cukup bnyk seperti peraturan dilarang merokok ditmpt2 umum,kawasan RS,dll
    Kebijakan pemerintah dlm memberikan jaminan kesehatan pd msyrkt, kebijakan pemerintah tentng pentingnya pemberian asi ekslusif pada anak, peraturan tentang program KB 2 anak lebih baik dll

    2. Bisa dimulai dari dinas lingkungan hiduo, seperti membagikan kotak tempat membuang sampah pada setiap rumah warga agar menciptakan lingkungan ug sehat, memisahkan sampah rumah tangga seperti memisahkan sampah organik dan non organik

    3. Ada kegiatan posyandu disetiap desa, melakukan posbindu paling tdk 1bln sekali, senam prolanis dan melakukan penempelan stiker 4pk pada bumil yg beresiko

    4. Keterampilan individu: pemberian asix,terampil dlm membuat mpasi, memberi asupan gizi yg seimbang pd ank balita pd proses tumbang mreka,pelatihan kader mslh phbs,dan kemitraan bidan dgn dukun

    5.gerakan mencuci tngan dgn sabun, gerakan jumat bersih/jumat sehat,tanggap DBD seperti gerakan 3M dll


    Nama: YANA RIANA
    NPM: 16410070.P
    Hadir

    BalasHapus
  26. Dwi Kartini
    Npm : 16 410 037P

    1. Contoh kebijakan umum yg mendukung kesehatan: semua orang yg berperan aktif dlm kesehatan dgn adanya peraturan/kebijakan yg dibuat oleh pemerintah untuk ditaati semua kalangan masyarakat. Adanya sarana prasarana kesehatan untuk semua kalangan dgn adanya program" pemerintah.

    2. Kebijakan Lingkungan: Adanya sarana prasarana yg memadai agar terciptanya hidup sehat dgn promosi kesehatan adanya kader" kesehatan dlm suatu lingkungan.

    3. Peran masyarakat dlm kesehatan: Dimana masyarakat yg berperan aktif dlm upaya menciptakan lingkungan yg sehat. Ikut andil dlm program pemerintah dan peduli akan sesamu untuk terwujudnya hidup sehat

    4. Keterampilan individu: Karna semua akan terwujud diawali dari diri sendiri dmn semua akan berjalan lancar karna adanya ketaatan yg dilakukan oleh masing" individu karna diri kita sendirilah yg akan menjadi contoh untuk keluarga dan masyarakat contohnya membuang sampah od tempatnya dan jarin berolahraga

    5. Gerakan masyarakat: Adanya gorongroyong dari masyarakat dgn adanya program yg membantu terciptanya lingkungan yg sehat dgn diadakannya kegiatan rutin seperti kerja bakti, posyandu dan senam lansia,senam hamil

    BalasHapus
  27. 1. Program pemerintah tentang Imunisasi.
    2. Menyediakan rumah sakit pemerintah,posyandu dan puskesmas yang terstandarisasi
    3. Memberdayakan kelompok masyarakat untuk lebih peduli terhadap anak nya bahwa "lebih baik mencegah daripada mengobati".
    4. Penting nya peran orang tua didalam fungsi imunisasi ini.
    5. Adanya peran dari para orang tua akan pentingnya imunisasi anak dalam balita.

    BalasHapus
  28. Keriyati
    NPM : 16410045P
    1. Dibuat UU tentang kesehatan oleh Pemda setempat.
    2. a. Himbauan untuk tidak merokok di dalam kendaraan umum.
    b. Menyediakan WC/Toilet yang bersih dan memenuhi syarat.
    3. Adanya kader-kader kesehatan dan tokoh masyarakat yang ikut
    berperan serta dalam menyelesaikan masalah kesehatan.
    4. Disetiap rumah agar menanam tanaman obat keluarga (TOGA) untuk
    dapat dimanfaatkan untuk kesehatan keluarga.
    5. a.Mengsosialisasikan gerakan CTPSdi masyarakat dan sekolah.
    b.Menghimbau masyarakat untuk gotong royong membersihkan lingkungan.

    BalasHapus
  29. 1. Kebijakan berwawasan kesehatan
    Undang – undang Kesehatan, Peraturan Presiden tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional
    2. Lingkungan yang mendukung
    Mengupayakan Taman Obat Keluarga (TOGA),
    3. Reorientasi Pelayanan Kesehatan
    Pelayanan Kesehatan Tradisional Ramuan (Jamu) dan Ketrampilan (Akupresur) pada FasYanKes.
    4. Keterampilan individu
    Penyuluhan Asuhan Mandiri Ramuan (Jamu) dan Keterampilan( Akupresur) di klompok-kelompok kader, Sakabhakti husada, Poskestren.
    5. Gerakan Masyarakat
    Gerakan Back To Nature (Minum Jamu), Kaitannya dengan pengobatan kembali menggunakan obat yang alami, jangan menggunakan yang kimia.
    GeMa CerMat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat), Kaitannya untuk Mengedukasi masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan benar.

    BalasHapus
  30. 1. Kebijakan Berwawasan Kesehatan (Health Publich Policy)
    Membuat perda untuk bidang kesehatan oleh pemda setempat seperti peraturan untuk prilaku hidup bersih dan sehat d lingkungan sekitar dengan tidak buang sampah sembarangan, Stop BABS, mengikuti pekan imunisasi, pemberian asi ekslusif, ikut aktif dalam gerakan indonesia sehat
    2. Lingkungan yang Mendukung (Supportive Environment)
    Menyediakan tempat-tempat sampah d fasilitas” umum, menyediakan toilet/wc umum, menyediakan area/tempat untuk perokok aktif atau sebaliknya kawasan bebas rokok serta kebijakan hari bebas polusi seperti car free day di beberapa kota dengan kepadatan pengendara motor/mobil yg tinggi
    3. Reorientasi Pelayanan Kesehatan (Reorient Health Service)
    Pembentukan dan kerja sama/kolaborasi dengan kader-kader kesehatan lingkungan jumantik untuk dalam penyuluhan dan inspeksi langsung untuk rumah sehat, phbs dan sanitasi kantin sekolah
    4. Keterampilan Individu (Personal Skill)
    Pemicuan terhadap terhadap kepemilikan sarana kesehatan dan perilaku hidub bersih dan sehat yang berbasis pada masyarakat itu sendiri seperti STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat)
    5. Gerakan Masyarakat (Community Action)
    Adanya gerakan PSN untuk pemberantasan jentik nyamuk dan gerakan swasembada jamban dan (SPAL) saluran pembuangan air limbah dengan gerakan kelompok masyarakat yang memproduksi sarananya sendiri sekaligus memasarkannya untuk menambah penghasilan sampingan atau utama.
    Nama : Putu Suastike
    NPM : 16410052P

    BalasHapus
  31. Nama: Bella Nitia Pelga
    NPM: 16410031P


    1.Kebijakan yang berwawasan kesehatan
    > Kawasan bebas asap rokok

    2.Lingkungan yang mendukung kesehatan
    > Tersedianya ruangan perokok dan non perokok di tempat-tempat umum

    3.Reorientasi pelayanan kesehatan
    > Memperbanyak upaya-upaya kesehatan yang bersumber daya masyarakat seperti posyandu

    4.Keterampilan individu
    > Pelatihan kader kesehatan

    5.Gerakan Masyarakat
    > Melakukan jumat bersih setiap minggunya

    BalasHapus
  32. Kebijakan yang berwawasan kesehatan : pemerintah membuat PP tentang pemberian ASI Ekslusif dan kawasan bebas rokok

    Lingkungan yang mendukung kesehatan : terdapat WC umum yg bersih, ruangan khusus perokok, tempat mencuci tangan di rumah makan, dan tersedianya kotak sampah organik non organik dilingkungan sekolah, RS, Pasar dan tempat umum lainnya serta adanya ruang menyusui ditempat pelayanan publik

    Reorientasi pelayanan kesehatan yaitu menjalin kerjasama dengan kader desa, terbentuknya POSYANDU

    Keterampilan individu meliputi pemberian Asi Eksklusif dengan cara yang benar

    Gerakan Masyarakat dengan cara Jumat Bersih, 3M untuk memberantas DBD

    BalasHapus
  33. 1. Peraturan bupati ttg kawasan bebas rokok di tempat umum seperti di kab pesibar di keluarkan th 2014
    2. Pemerintah menyediakan ruang asi/pojok asi di tempat umum (pasar dan terminal)
    3. Pemberdyaan masyarakat menjadi kader kesehatan seperti kader gsi/psi
    4. Mampu mempraktekan cara menyusui yg benar
    5. Membentuk gerakan perempuan peduli kesehatan reproduksi

    BalasHapus
  34. RISMALA DEWI
    NPM.16410056P

    1.Kebijakan berwawasan kesehatan
    perda KTR (Kawasan Tanpa Asap Rokok), Peraturan Desa ODF(Open
    Defacation Free) mendeklarasikan stop Buang air besar sembarangan.
    2.Lingkungan yang mendukung
    MCK plus di setiap desa, TTG(teknologi tepat guna)seperti sumur bor
    untuk daerah yang sulit air dan perlindungan mata air
    3.Reorientasi pelayanan kesehatan
    melalui kader kesling dan kader jumantik berkolaborasi dalam kegiatan
    Inspeksi lingkungan perumahan
    4.Keterampilan Individu
    Melalui kegiatan STBM(sanitasi total berbasis masyarakat)memicu masya
    rakat bersama sama memperaktekkan membuat jamban keluarga yang sehat
    5.Gerakan Masyarakat
    mengajak karang taruna Menciptakan lapangan kerja dengan memproduksi
    jamban sehat yang efisien denganharga yang terjangkau

    BalasHapus

Google+ Followers